Sabtu, 02 November 2013

Orang yang Paling Memalukan

Tidak ada komentar:



Assalamualaikum


Pernah tidak Anda merasa malu ketika membawa seorang teman di rumah saudara, paman, ataupun kakek, kemudian ketika saudara Anda menyuguhkan sepiring berisi tahu petis (yang dari Semarang) kemudian karena teman Anda ini dari luar kota dia langsung saja memakan tahu petis itu. Semula dia berkata “aku ambil satu ya”. Lalu dengan senyum saudara Anda meng-iya-kan. Kemudian teman Anda berkata lagi “aku ambil satu ya”. Begitu seterusnya, hingga satu demi satu tahu petis dalam piring itu pun ludes dalam sekali waktu.


Begitulah rasanya ketika kita semua merasa malu, atas sebuah perbuatan.


Walaupun teman Anda yang begitu memalukan dalam ilustrasi di atas, namun ada seseorang yang lebih memalukan lagi, bahkan orang yang paling memalukan.


Orang yang paling memalukan ialah orang yang tidak hanya ketika diberi sepiring tahu petis langsung habis dalam sekali telan, bukan orang yang ketika dibelikan laptop 12 inc minta yang 14 inc, bukan orang yang ketika diberi harta minta kesehatan, yang ketika sehat meminta harta, bukan hanya itu. Orang yang paling memalukan adalah orang yang sudah diberi apaaa saja yang dia minta tetapi dia tidak berterima kasih kepada yang telah memberi semua permintaannya itu. Siapa yang sanggup memenuhi seluruh permintaan seorang manusia? Dia hanya Allah SWT semata.


Apabila seluruh jin dan manusia mulai dari yang pertama kali hadir di muka bumi sampai akhir zaman dikumpulkan dalam suatu tempat, kemudian semua makhluk itu bermunajat kepada Allah, maka Allah mampu mengabulkan seluruh permintaannya dan tidak akan berkurang sedikit pun kekayaan yang Allah miliki.


Dan apabila manusia mau menuliskan seluruh nikmat yang dia terima dari Allah menggunakan air di bumi sebagai tintanya dan daun-daunan di bumi sebagai kertasnya, maka itu tidak akan cukup untuk menuliskan semuanya.


Betapa memalukannya kita yang masih saja sering mengeluh. Ada sesuatu hal yang tidak enak dikit saja langsung ribut. Padahal kita ini tau apa masalah enak dan tidak enak. Bukankah boleh jadi sesuatu yang kamu anggap buruk itu sebenarnya baik di mata Allah. Akhir-akhir ini memang sosial media sedang marak-maraknya. Tapi tolong deh buat yang gemar mengeluh di status facebook atau lainnya, apakah Anda lupa bahwa Anda masih punya tangan dengan jari yang lengkap. Tapi hanya Anda gunakan untuk mengetik keluhan-keluhan semata. Tidak sadarkah bahwa itu adalah nikmat yang tak ternilai. Lihat di luar sana ada orang-orang yang sangat ingin memiliki tangan dengan jari yang lengkap.


Ketika Anda mengucapkan satu kata saja keluhan dari mulut Anda. Satu kata saja teman. Berarti Anda sudah menzalimi mulut Anda sendiri yang seharusnya diciptakan untuk mengucap kata-kata positif dan syukur.


Ngomong-ngomong masalah bersyukur, pernah tidak Anda mendengar kata jarkoni? “Ngajari Ora Nglakoni” artinya dalam bahasa Indonesia : Mengajari tapi tidak melakukan sendiri. Biasanya hal itu sering sekali terjadi dalam lingkungan antar manusia. Termasuk disini adalah tantangan bagi diri saya sendiri yang harus melakukan apa yang sudah saya share, hehe. Sekali lagi istilah Jarkoni hanya ada pada lingkup sesama manusia. Tidak ada istilahnya Jarkoni dalam lingkup hubungan Allah dengan hamba-Nya.


Begini, ada sebuah poin yang menarik dan cukup bisa mengubah mindset. Allah memerintahkan manusia untuk bersyukur pada-Nya. Lalu apakah Allah sendiri bersyukur? Jawabannya adalah IYA.

Dalam Asmaul Husna, disebutkan bahwa salah satu sifat Allah adalah As Syakur artinya Maha Mensyukuri.


Allah memerintahkan manusia untuk bersyukur atas apapun yang terjadi dalam hidupnya karena itu adalah nikmat dari Allah. Orang muslim itu sebenarnya luar biasa nikmatnya, ketika itu berbentuk sebuah kesenangan maka bersyukurlah sehingga kenikmatan akan diperoleh. Kemudian ketika itu berbentuk sebuah kesedihan maka bersabarlah, maka kenikmatan syukur pun akan diperoleh. Sehingga syukurilah apapun itu. Ternyata, atas perilaku hamba yang senantiasa bersyukur kepada Allah, Allah pun bersyukur kepada hamba tersebut.


Contohnya, hamba yang bersyukur bisa dilihat dengan perilakunya yang gemar sholat berjamaah. Kemudian Allah mensyukuri perilaku hamba tersebut dengan memberinya pahala 27 kali lipat dari jika dia hanya sholat sendiri. Ketika ada seorang muslim yang mengerjakan puasa arafah, maka Allah mensyukuri amalan hamba-Nya tersebut dengan menghapuskan dosanya setahun ke depan dan setahun ke belakang. Banyak sekali hal-hal luar biasa yang diberikan secara Cuma-Cuma oleh Allah kepada manusia sebagai wujud dari ungkapan syukur dari Allah. Begitu luar biasanya Allah mencontohkan perilaku syukur-Nya, lalu apa kita tidak malu ketika tidak mau bersyukur?


Bahkan, ketika seorang manusia ditimpa musibah besar, tapi orang itu tetap sabar dan bersyukur, maka Allah menghadiahkan surga sebagai ungkapan syukur Allah terhadap orang tersebut. Sekali lagi, surga. Serius.


Pada masa Rasulullah SAW, ada seorang wanita yang mengidap penyakit ayan. Kita semua tau betapa memalukannya penyakit tersebut ketika tiba-tiba kambuh. Wanita tersebut menangis dan bersedih karena nasibnya itu. Kemudian dia datang kepada Rasulullah. “Ya Rasul, saya memohon kepadamu untuk memintakan kepada Allah agar menyembuhkan penyakitku ini. Engkau adalah manusia yang paling dekat dengan Allah, maka apapun yang engkau minta niscaya Allah kabulkan”. Kemudian Rasul pun menjawab “Bila engkau mau, maka aku akan mendoakan engkau. Namun bila engkau mau, bersabarlah, maka Allah akan memberikanmu surga sebagai gantinya.” Mendengar perkataan tersebut, wanita itu pun berpikir ulang. Bahwa surga Allah yang telah Allah janjikan tersebut terlalu indah untuk dilewatkan. Kemudian wanita itu pun memilih untuk bersabar, dan akhirnya wanita itu menjadi wanita penghuni surga.


Ada dua hal yang bisa kita petik dari kisah tersebut. Pertama, bersyukurlah teman karena musibah kita masih tidak seberat yang dialami wanita dalam kisah tersebut. Kedua, jika kita dapat mencontoh keputusan yang diambil dari wanita itu. Dunia ini fana, hanya sementara, jangan terlalu dibesar-besarkan dan dilebih-lebihkan. Hidup di dunia ini hanya seperti ketika kita numpang nge-charge HP. Dunia hanya sandiwara, kita menjadi aktornya untuk menjalankan skenario mudah yang maupun sulit. Akhirat lah yang abadi. Maka tetap bersyukurlah dan bersabarlah atas segalanya.


Satu hal lagi, jangan mengkambing hitamkan kata syukur untuk membuat kita jadi bermalas-malasan karena sudah merasa cukup. Ada sebuah petuah berharga untuk menyikapi hal itu: “Untuk dunia lihatlah ke bawah, untuk akhirat lihatlah ke atas” artinya, untuk hal-hal yang bersifat duniawi dan sementara, seperti harta, lihatlah ke bawah, masih banyak orang yang kurang beruntung dan perlu untuk kita bantu. Sedangkan untuk akhirat, misalnya berupa ilmu pengetahuan, lihatlah ke atas. Banyak sekali orang-orang berilmu yang jauh di atas kita, jangan pernah merasa cukup.


Jadi mulai sekarang, bersyukurlah. Paksakan dirimu untuk bersyukur jika belum terbiasa bersyukur.


Ada kebiasaan yang sudah cukup lama saya rutinkan. Setiap malam menjelang tidur, saya selalu menulis Jurnal Syukur Harian. Jadi, saya mengambil 10 saja kejadian yang terjadi sepanjang hari tersebut untuk disyukuri kemudian saya tuliskan. Tujuannya adalah untuk memperkuat otot-otot syukur saya, dan juga untuk menarik rezeki. Karena barang siapa yang bersyukur atas suatu nikmat, maka akan ditambahkan nikmat tersebut. Hasilnya, alhamdulillah sekali.


Sip, sekian sharing kali ini, semoga dapat menginspirasi dan bermanfat buat kehidupan kita semua. Mari menjadi manusia yang tidak malu-maluin. =)



Cara Menampilkan Kembali Menu Task Manager yang Hilang pada Windows

Tidak ada komentar:

 Assalamualaikum

Anda pasti tau apa yang terjadi ketika tombol Alt + Ctrl + Del ditekan dalam waktu yang bersamaan. Maka akan muncul sebuah menu task manager. Fungsi dari menu task manager, tentu saja untuk memanajer task, memanajer aplikasi-aplikasi yang sedang berjalan pada sistem operasi, apakah mau ditutup, disetting prioritas kebutuhannya, dan lain-lain. Yang jelas, kalau komputer sedang hang, maka task manager menjadi menu wajib untuk ditampilkan.

Masalahnya, terkadang ada virus yang menyembunyikan task manager sehingga ketika Anda menekan tombol Alt + Ctrl + Del maka tidak akan muncul pilihan menu task manager. Berari task manager Anda sedang dilock oleh virus.

Untuk menampilkan kembali caranya mudah, begini.

Masuk ke group policy melalui Rundari menu Start kemudian ktik gpedit.msc pada kolom Run dan tekan Enter. Pada Local Computer Policy pilih User Configuration>Administrative Templates>System>Ctrl+Alt+Del Optionsdi sebelah kanan double klik Remove Task Manager kemudian pilih Not Configured. Dan sekarang coba lihat di task managernya apakan masih dikunci?



Jumat, 01 November 2013

Mengatasi error Windows 8 - Application can’t be activated when UAC is Disabled

Tidak ada komentar:



Assalamualaikum

Anda yang menggunakan sistem operasi Windows 8, pernah tidak Anda menemui bahwa beberapa aplikasi tidak dapat Anda buka karena user account control pada windows Anda masih disabled. Sehingga ketika Anda membuka aplikasi bawaan Windows 8, seperti aplikasi pemutar musik misalnya, maka akan muncul pesan error This Application can’t be activated when UAC is Disabled seperti gambar di atas.

Cara mengatasinya mudah, ikuti langkah berikut :

1.klik tombol windows / masuk start / run , ketik "secpol.msc

2.masuk ke Security Settings\Local Policies\Security Options

 
3.piih Accounts : Administrator account status kemudian, double klik pilih "Enable"




 4.kemudian restart windows

Oke selamat aplikasi Windows 8 Anda sudah bisa dijalankan kembali, sip =)




Jumat, 25 Oktober 2013

Manfaat dan Keuntungan Paling Besar dari Blogging

Tidak ada komentar:


Assalamualaikum

Siapa sih yang tidak tidak mau jadi orang kaya?

Jika alasan Anda adalah Anda takut tidak kuat iman jika jadi orang yang terlalu kaya dan memegang banyak uang, maka yang kudu diperbaiki bukan cita-cita Anda menjadi kaya, tetapi iman Anda yang kudu diperbaiki.

Teman-teman, ada banyak cara sederhana tetapi dampaknya cukup signifikan untuk menambah saldo rekening Anda. Saking sederhananya, Anda tidak perlu mikir. Justru kalau Anda mikir, maka Anda tidak akan menemui logikanya mengapa hal itu bisa mengayakan. Ya, sebut saja sedekah.

Tanpa harus dibahas panjang lebar lagi, sedekah jelas terbukti ampuh membuat seseorang menjadi kaya, bahkan yang terkaya. Mau bukti? Siapa yang tidak kenal dengan Bill Gates, ga usah ditanya berapa pendapatannya, tapi tanya berapa sedekahnya, 9 Milyard per Tahun saudara-saudara. Apa akibatnya? Pendapatannya nambah teruss... Semakin nambah pendapatan, dia sedekahnya pun semakin nambaahh... jadinya pendapatan pun makin nambah lagi, sedekah nambah lagi, begitu terus. Memang hukum alam memang seperti itu, justru semakin sedikit kita sedekah, semakin sedikit juga pendapatan yang kita dapatkan. Ibaratnya seperti kalau kita sedang bernafas. Ketika kita menghirup udara, ibarat kita menerima pendapatan. Nah, kalau kita pelit, ga mau mengeluarkan pendapatan untuk sedekah, akibatnya fatal, seperti udara yang terus menerus dihirup tapi eman-eman buat dihembuskan.

Apa hubungannya sedekah dengan blogging? Jelas beda.

Ketika kita bersedekah dalam bentuk uang, maka yang akan dilipatgandakan adalah dalam bentuk uang juga. Pendapatan kita insya Allah bertambah. Nah, bagaimana kalau sedekah dalam bentuk lain, bisa tidak ya? Bisa dong.. Ketika kita membagikan ilmu ke banyak orang, maka ilmu yang kita pahami akan semakin berkembang. Barang siapa membagikan suatu ilmu, maka Allah akan memberikan suatu ilmu baru yang belum ia ketahui.

Belum selesai sampai disini juga laba yang didapatkan. Ilmu yang kita bagikan ke orang lain, jika memang ilmu tersebut sangat substantif untuk perkembangan hidupnya, apalagi menunjang karirnya, mungkin investasi ilmu kita akan kembali ke kita tidak hanya dalam bentuk ilmu saja lo teman. Misalnya kita membagikan kiat-kiat sederhana bagaimana menjadi orang yang tidak gemar menunda. Ternyata orang tersebut jadi sangat terinspirasi untuk kemudian selalu segera dalam melakukan aktivitas apa saja. Jelas, ujung-ujungnya duit. Dia yang semula malas memasarkan produk, sekarang jadi semangat, pendapatan bertambah deh. Syukur-syukur kalau orang tadi menguasai ilmu sedekah. Semakin banyak uang yang dia sedekahkan karena hasil semangat memasarkan produknya tersebut. Nah, disini ada unsur amal kita yang ikut mbonceng uang si dia untuk masuk ke dalam kotak amal tersebut. Insya Allah, ada nama kita ikut nitip. Akibatnya jadi seperti kalau kita sedekah uang dong berarti. Ilmu kita semakin bertambah, sejalan dengan pendapatan, hehe.. Ga masuk logika kan? Yup agama memang demikian teman, kalau kita terus melogikakan, maka kita tak akan pernah menemui jawaban mengapa orang yang usianya lebih muda bisa saja lebih dulu transmigrasi ke akhirat daripada yang usianya lebih tua.

Ngomong-ngomong soal akhirat nih, kabar baiknya, ada salah satu cara supaya walaupun kita sudah tidak aktif lagi di dunia tapi saldo rekening pahala kita bisa terus-terus nambah sampai bank dunianya tutup, alias kiamat. Salah satu caranya adalah dengan amal jariyah. Amal jariyah sendiri ini bisa didapatkan dengan sedekah. Sedekah itu sendiri seperti yang sudah diomongin tadi juga bisa dalam bentuk uang, atau ilmu pengetahuan yang ujung-ujungnya bisa berbentuk uang lagi. Kalau ternyata ilmu kita masih bermanfaat untuk orang lain walaupun kita sudah tiada, pasti rekening saldo pahala kita bertambah kok. Bisa dibayangkan, berapa rekening saldo amal jariyah dari Thomas Alfa Edisson? Mungkin tidak ada satu rumah di dunia ini yang tidak menyalakan satu lampu saja di malam hari.

Yah harapan saya pribadi, blogging yang sudah saya jalani cukup lama dengan berbagai macem artikel motivasi ini bisa menjadi sebuah amalan jariyah. Nggak cuma saya ya, saya harap juga semua blogger Indonesia pun berpikir demikian, walaupun cuma mikir sedikit tapi semoga masih ada pikiran seperti itu. Oleh karena itu, saya pribadi membebaskan sebebas bebasnya buat siapa saja yang memang pingin copy paste artikel manapun di sini, mau diposting ke blognya secara langsung atau diedit dulu, mau ditulis sumbernya atau tidak, saya sangat tidak masalah. Untuk apa sih memproteksi sebuah website sehingga ga bisa dicopy paste. Untuk apa memberikan syarat jika ingin memposting ulang sebuah artikel pengetahuan tapi harus dengan syarat mencantumkan alamat sumbernya. Jika memang penulis itu berniat tulus membagikan sebuah ilmu kepada orang lain, maka otomatis sejak artikel itu diposting ke publik maka seharusnya sudah harus diikhlaskan. Seperti sedekah uang, tapi uang itu ditulisi nama pemilik terlebih dahulu, baru kemudian dimasukan ke kotak amal, kan ga lucu kan?

Ngga cuma sebatas blogging yah... semua kegiatan yang sifatnya memberikan ilmu ke orang lain itu mekanisme pahalanya insya Allah seperti tadi. Baik itu guru, dosen, ustad, atau hanya sekedar sharing di kantor, di ruang makan, dimana mana dimana ada transfer ilmu pengetahuan maka itulah amalan jariyah mulai bisa bekerja.

Singkat saja, akhir kata, semoga segala hal yang ada dalam blog ini dapat bermanfaat bagi banyak orang. Jika ada sebuah kebenaran disini bukanlah saya yang pintar karena mengetahui ilmu itu, tapi kebenaran itu adalah dari Allah yang secara kebetulan disampaikan melalui jari saya. Dan kalau ada kesalahan, jelas itu adalah dari saya pribadi.

Terima kasih buat yang ketika saya menerima notifikasi facebook, ternyata itu adalah sebuah pemberitahuan bahwa selalu ada orang-orang yang bertambah untuk menyukai halaman dinarmagzz ini. Semoga bisa diterapkan dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih semoga sukses =)
 
back to top