Tampilkan postingan dengan label SISTEM PERBENDAHARAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SISTEM PERBENDAHARAAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Agustus 2014

CARA MEMBUAT WEBSITE PALING MUDAH (KPPN JAKARTA VII)

Tidak ada komentar:


Jika Anda termasuk salah seorang di antara mereka yang kepingin sekali mempunyai website pribadi atau sekedar blog tetapi Anda kesulitan untuk memulainya, entah karena tidak tahu langkah-langkahnya atau alas an lain, maka Anda telah berada di forum yang paling tepat.

Semua tergantung selera masing-masing. Penting tidaknya seseorang mempunyai web, juga tergantung masing-masing individu memandang. Kalau saya ditanya penting atau tidak? Anda pasti sudah tau jawabannya. Ngapain saya bikin tutorial ini kalau saya menganggap web itu tidak penting.

Salah satu manfaat terbesar dari sebuah web atau blog pernah saya uraikan panjang lebar pada artikel Manfaat Terbesar dari Sebuah Website

Seiring berjalannya waktu dan kehidupan saya yang semakin berkembang, mulai yang dulunya anak kuliahan, bermetamorfosis menjadi anak magang, lalu menjadi pegawai sungguhan, membuat ada banyak hal dalam hidup ini yang sangat sayang jika tidak dibagikan kepada orang lain untuk diambil hikmah dan manfaatnya.

Bukankah sangat keren, jika ketika dalam Curicullum Vitae kita bisa Out of the box, menambahkan sebuah item yang sebenarnya tidak ditanyakan karena tidak semua orang memilikinya, yaitu item alamat websitenya apa? Saya sering nekat menulis alamat web saya di CV walaupun tidak ditanya. Itu nilai plus.

Bagaimana biar bisa Pede nulis alamat web di CV? Ya jangan sampai web atau blog kita malu-maluin. Saya pertama kali mulai menekuni dunia blogging saat kuliah semester 2. Sekitar 5 tahun yang lalu. Terinspirasi dari film Tri Idiot, dimana disitu ada salah seorang tokohnya yang gemar menulis blog sehingga kawan-kawannya bisa mengetahui apa saja hal keren yang sudah dilalui oleh tokoh tersebut. Jadi biasanya, setelah mempunyai blog bisa jadi hidup kita menjadi lebih terpacu untuk melakukan hal-hal keren.

Jangan kuatir isinya alay. Semua orang pernah mengalami masa alay itu. Blog saya pertama kali itu alaynya nggak ketulungan, walaupun saya tak pernah menyadarinya saat itu. Namun seiring dengan perkembangan usia dan pendewasaan pemikiran, akhirnya saya mengakui ke-alay-an blog saya, lalu memutuskan untuk membuat blog yang baru. Ini hasilnya yang sedang Anda baca.

Kemudian disusul oleh web saya yang lebih dewasa lagi, yakni 70persen.net yang isinya semua hal berkaitan dengan mindset atau pola piker, sebab lebih dari 70 persen nikmat atau susahnya hidup ditentukan oleh pola piker kita.

Setelah itu saya pun pertama kalinya mendapat tawaran membangun sebuah web Kppnjakarta7.net

Kebetulan saya ditunjuk menjadi ketua tim, nah inilah sedikit langkah-langkah mudah yang saya lakukan sebagai ketua tim penyusun web mulai dari nol sampai selesai dan dapet bayaran.

Pertama, tentukan dulu pondasi webnya.

Saya ngga tau apa istilah IT nya, gampangnya pondasi penyusunan webnya. Jadi website itu bisa disusun menggunakan berbagai cara. Bisa ngoding sendiri mulai dari nol, atau menggunakan CMS. Saya menganalogikan esensi dari website adalah seperti orang jualan. Membuat website berarti kita menjual informasi ke orang lain. Membuat website dengan cara ngoding mulai dari nol, kita seperti membuka took di tengah lapangan atau semak belukar. Belum ada apa-apanya, kita bangun sendiri took sampai siap digunakan untuk jualan. Sedangkan menggunakan CMS, berarti kita seperti membuka took dengan membeli sebuah ruko atau rumah. Intinya sudah ada bentuk rumahnya, kita tinggal modifikasi sedikit. Dari sisi waktu, jelas menggunakan CMS lebih cepat dan mudah seperti analogi tadi. Sedang dari sisi tampilan, menggunakan koding relatif lebih luwes bisa diatur sesuai selera tanpa ada batasan. Perlu tau banget CMS itu bisa blogspot atau wordpress.

Nah berhubung waktu yang dituntut segera launching, serta kesibukan yang lumayan, maka saya memutuskan untuk memakasi CMS wordpress, Kenapa wordpress? Karena wordpress lebih banyak pluginnnya. Ibarat membuat toko tadi, dengan adanya plugin, kita bisa secara instan memilih jendela mana yang bagus, pintu mana yang sip, kursi apa yang cocok, bisa langsung dipakai tanpa harus melewati proses pembuatannya yang rumit. Misalnya membuat pintu, kita bisa langsung memilih jenis pintu yang disediakan tanpa harus membuatnya dari sebatang kayu lalu digergaji, dicat, dsb.

Kedua, sewa domain dan hostingan

Sangat tidak lucu apabila ada web pemerintah bernama Kppnjakarta7.wordpress.com atau Kppnjakarta7.blogspot.com. Makanya saya mohon ijin meminta dana untuk menyewa domain dan hostingan. Sehingga jadilah nama Kppnjakarta7.net . Jika ditanya kenapa .net? Jawabannya, masak mau .com?

Perbedaan domain dan hostingan, domain adalah embel-embel di belakang namanya, seperti .net, .com, .go.id, dan lain-lain. Sedangkan hostingan adalah server tempat menyimpan data yang dipakai untuk nge-build web kita nanti. Berhubung ini web pemerintahan yang nggak main-main, kami menyewa hosting dengan space paling besar.

Ada sebuah pelajaran berharga yang saya dapatkan di sini.

“Apa saja yang kita lakukan saat ini, pasti akan membawa manfaat dan dampak di masa depan.” Apapun itu, sehingga pikirkanlah secara matang setiap tindakan yang kita lakukan.

Jauh beberapa bulan sebelum saya mendapat proyek bikin web, saya pernah magang di Direktorat Transformasi Perbendaharaan, sebuah eselon 2 yang punya wewenang di bidang IT Perbendaharaan. Di sana, saya ketemu banyak orang-orang yang hebat ITnya. Ada yang jago desain, dan ada juga yang jualan hostingan.

Nah, kebetulan saya sendiri punya proyek bikin buku judulnya Lebih dari 70 Persen . Filosofi judulnya ya seperti tadi, sebenarnya apa yang terjadi kepada diri kita itu nilainya kurang dari 30 persen. Sedangkan lebih dari 70 persen ditentukan oleh bagaimana kita bersikap. Contoh: hujan. Ketika hujan turun, ada petani yang sangat bahagia karena sawahnya bisa terairi. Tapi ada juga ABG yang mewek karena tidak bisa pergi ngehedon gara-gara hujan. Jadi apakah hujan itu salah? Nope. Kita mau seneng atau susah karena hujan tadi tergantung bagaimana sikap kita. Hujan tadi nilainya kecil, kurang dari 30 persen. Sedangkan sikap kitalah yang dominan lebih dari 70 persen.

Banyak buku yang diterbitkan berawal dari sebuah web. Kambing jantan. Trus, apalagi ya? Hehe..

Saya kepingin ketika menerbitkan buku tadi, masyarakat sudah tau, minimal pernah dengar ada yang namanya Teori 70 Persen ala Dinar dari web. Sehingga pemasaran menjadi lebih mudah.

Untuk itulah saya membangun web 70persen.net . Saya yang saat itu statusnya hanya anak magang yang cuman nongkrong di pojokan nekat mencari mana mas-mas yang katanya jualan hostingan dan domain. Ketika saya ditanya, mas kantornya dimana? Oh saya anak magang kok. Wow,.

Entah bagaimana hasilnya ke depan, yang penting action dulu. Dan ternyata semua itu tidak sia-sia. Pengalaman saya nekat beli hostingan dan domain tadi ternyata saya pakai lagi untuk membuat web KPPN Jakarta 7. Minimal nggak malu-maluin sebagai ketua tim, karena sudah punya pengalaman.

Ketiga, siap-siap pusing

Inilah langkah yang biasanya dihindari oleh anak-anak yang kepingin punya web. Mereka kepingin yang instan dan nggak mau pusing. Pliss deh, tidak ada kegemilangan yang diperoleh dengan sekejap. Bahkan bikin mie instan pun ada langkah-langkahnya, jadi sebenarnya nggak instan-instan banget.

Untuk mengejar deadline, setiap pulang kantor sampai di kosan, saya langsung melanjutkan nggarap web. Minimal browsing-browsing mencari inspirasi, karena hampir semua tutorial membuat web dengan CMS Wordpress sudah disediakan di mbah google. Baru bisa bener-bener istirahat jam 10 malam. Setiap sabtu minggu saya juga masih ngutek-ngutek proyek web itu padahal lagi libur. Karena memang semakin banyak waktu yang diinvetasikan pasti hasilnya akan semakin baik. Persis seperti membangun rumah, semakin sering dicat pasti semakin tampak menawan.

Keempat, If You Can Dream It – You Can Do It!

Pada dasarnya komputer dibuat untuk merealisasikan imajinasi manusia. Buat orang yang gemar dengan musik, pasti setiap saat rasanya ingin selalu bernyanyi atau mendengarkan nyanyiannya. Tapi bisa-bisa bibir ndower kalo kecapekan nyanyi seharian. Makanya dibuat banyak tools pemutar musik. Semua dari imajinasi. Termasuk membuat website sekalipun.

Salah satu supervisor di KPPN Jakarta 7 orangnya sangat sistematik banget. Bisa dibilang beliau adalah yang bertanggung jawab atas kelangsungan dari proyek web building ini. Sehingga tidak heran jika beliau amat hati-hati dan perfect dalam memberikan masukan atau usul, bahkan yang usulnya aneh-aneh sekalipun saya sanggupin. Prinsip saya, selama beliau masih bisa mengimajinasikan berarti sebenarnya masih bisa direalisasikan. Tinggal sayanya mau pusing atau tidak.

Ini adalah salah satu draft imajinasi beliau dan realisasi dari website yang berhasil dibangun.

Ini sketsanya





















Ini hasilnya




Terakhir, inilah akibatnya jika mau pusing

Alhamdulillah akhirnya saya diberi hadiah “uang lelah” yang sangat patut untuk disyukuri jumlahnya. Dalam sebuah sesi rapat penyelesaian web, saya sedikit menyampaikan bahwa kesuksesan membuat web Kppnjakarta7.net ini bukan semata-mata hasil kerja keras dari saya ataupun tim. Tetapi hasil dari jerih seluruh pegawai KPPN Jakarta 7 yang selalu memberikan dukungan dan doa demi kelancaran dalam pembuatan web. Saya yakin, jika ada satu saja pegawai yang berdoa agar web itu tidak jadi, pasti hasilnya tidak akan memuaskan. Tapi kenyataannya, proses pembuatan web tersebut berjalan lancer dan memuaskan. Berarti seluruh pegawai memang selalu memberikan dukungan dan doa. Pegawai KPPN Jakarta 7 memang kalian luar biasaa….

Ini adalah foto saya bersama supervisor, mas Melthin, pasca pembuatan web yang lamanya sekitar 4 bulan.



Sebelumnya, saya sempat iseng-iseng pula membuat aplikasi android dari thirdpart untuk KPPN Jakarta 7 sehingga para satker bisa lebih mudah untuk mengakses web tersebut dari ponsel androidnya masing-masing.



Akhir kata, tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak bisa membuat website kecuali Anda mengada-ada untuk membuat alas an itu sendiri. Sebab semuanya sekarang serba tersedia. Tutorial lengkap di mbah google. Saya 85% lebih hanya memodifikasi script dari google lho. Tinggal mau pusing atau tidak saja.

Terima kasih telah membaca, semoga sukses dan bermanfaat.

Senin, 25 November 2013

Sistem Pengendalian Internal Aplikasi / Internal Control for Application

Tidak ada komentar:



Sebuah aplikasi yang dibuat oleh pengembang sistem tentunya perlu memperhatikan aspek-aspek pengendalian internal yang diterapkan sehingga tetap dapat menjaga keandalan sistem yang berjalan pada sebuah organisasi tertentu. Bagaimanakah kriteria suatu aplikasi yang telah memenuhi aspek pengendalian internal tersebut perlu dipahami sebelum melakukan sebuah desain aplikasi.
Pengendalian aplikasi atau application control merupakan pengendalian dalam hal pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan dalam suatu proses pengolahan data sehingga akan berhubungan dengan ketelitian dan kelengkapan data yang diproses melalui aplikasi tertentu. (Mulyadi 2001, 183)

        Application control ini merupakan lingkup dari general control, sehingga apabila terjadi kelemahan dalam general control maka dapat berdampak terhadap berbagai jenis aplikasi yang telah dirancang dalam sebuah perusahaan. Application control dirancang khusus untuk memenuhi persyaratan pengendalian yang harus diterapkan pada aplikasi tertentu sehingga data hasil pemrosesan aplikasi tersebut mampu diyakini keandalannya.



1)      Tujuan application control.



        Tujuan pengendalian aplikasi menurut Anies S.M. Basalamah (2011, 197) adalah untuk memperoleh keyakinan bahwa:

a)      setiap transaksi telah diproses dengan lengkap dan hanya diproses satu kali;

b)      setiap data transaksi berisi informasi yang lengkap dan akurat;

c)       setiap pemrosesan transaksi dilakukan dengan benar dan tepat;

d)      hasil-hasil pemrosesan digunakan sesuai dengan maksudnya; dan

e)      aplikasi-aplikasi yang ada dapat berfungsi secara berkesinambungan.



2)      Klasifikasi application control.



Kategori pengendalian yang termasuk dalam klasifikasi Application control adalah sebagai berikut.



a)      Pengendalian masukan



Pengendalian masukan merupakan pengendalian yang ditujukan kepada  semua data yang akan di-entry apakah sudah diyakini kebenarannya, sah, lengkap, atau tidak terduplikasi. Pengendalian masukan ini sangat penting mengingat apabila terjadi kesalahan input data maka kesalahan tersebut tentunya akan terus berlanjut sampai tahap pemrosesan data dan hasil keluarannya pun tentu akan ikut menjadi salah (garbage in garbage out).

Pengendalian masukan ini menurut Anies S.M. Basalamah (2011, 198) memiliki beberapa jenis pengendalian sebagai berikut.



1.       Pengendalian otorisasi masukan

Otorisasi dilakukan sebelum suatu data atau dokumen akan diproses. Pengendalian yang baik tidak memperbolehkan suatu data atau dokumen untuk diproses tanpa adanya otorisasi terlebih dahulu. Pengendalian otorisasi masukan ini sendiri memiliki beberapa jenis pengendalian yaitu:

a.       prosedur-prosedur persetujuan yang menjelaskan bagamaimana dan oleh siapa data akan mulai di-entry;

b.      formulir yang diberi nomor urut atau pra nomor sehingga dapat diminta pertanggungjawabannya apabila ada nomor yang hilang;

c.       penelaahan oleh tim pengendali untuk mengidentifikasi transaksi yang diproses dalam bentuk batch; dan

d.      sistem pengawasan pencatatan aktivitas untuk mengetahui frekuensi kesalahan yang terjadi maupun kejadian-kejadian yang tidak semestinya.



2.       Pengendalian validasi masukan

Pengendalian ini merupakan pengendalian dalam program yang dibuat oleh manajemen sistem untuk memperoleh keyakinan bahwa semua data masukan adalah valid. Jenis pengendalian yang termasuk dalam kategori pengendalian validasi masukan adalah sebagai berikut.

a.       numeric and alphabetic check

Pengendalian ini menetapkan suatu field tertentu apakah harus diisi dalam bentuk angka (numerik) atau huruf (alfabetis).

b.      logic check

Pengendalian ini bertujuan untuk menguji atau membandingkan antara nilai suatu logic tertentu dengan Gambaran keadaan yang sebenarnya.

c.       sign check

Pengendalian ini menguji apakah suatu field tertentu memiliki simbol atau tanda matematis yang sesuai baik positif atau negatif.

d.      valid field size check

Pengendalian ini menguji apakah suatu field tertentu memiliki besaran tertentu misalnya suatu field harus berisikan enam digit karakter.

e.      limit check

Pengujian ini menguji apakah suatu field berisi masukan data dalam besaran yang berada pada batas maksimum yang masih ditentukan.

f.        valid code check

Pengendalian ini menguji apakah suatu transaksi masukan tertentu memiliki kode yang sama dengan yang ada di dalam daftar komputer.

g.       range test

Pengujian ini menguji apakah suatu field berisi data dalam besaran yang berada pada kisaran batas minimum dan maksimum yang diperbolehkan.

h.      sequence check

Pengendalian ini menguji urutan data yang dimasukkan pada field tertentu.

i.         check-digit verification

Pengendalian ini dilakukan dengan menghitung suatu angka tertentu untuk memastikan bahwa nilai yang sebenarnya tidak diubah.



3.       Pengendalian transmisi data

Pengendalian ini bertujuan untuk mencegah agar data yang akan diproses tidak hilang, tidak ditambah, dan tidak diubah sehingga keaslian data benar-benar masih tetap terjaga. Jenis pengendalian yang termasuk dalam kategori pengendalian transmisi data ini antara lain sebagai berikut.

a.       Echo-check

Pengendalian yang dilakukan dengan mengirimkan data kembali ke user atau operator untuk dibandingkan dengan data aslinya sehingga user memperoleh keyakinan bahwa data telah diinput dengan benar..

b.      Redundancy check

Pengendalian dilakukan dengan meminta user atau operator untuk memasukan sebagian dari data selain data yang telah ditransmisikan.

c.       Completeness test

Pengujian ini dilakukan terhadap setiap transaksi untuk membuktikan bahwa semua data yang diperlukan telah dimasukkan.



4.       Pengendalian konversi data

Pengendalian ini dilakukan dengan proses mengubah data dari sumber asalnya ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin. Konversi data yang dilakukan tetap harus mempertahankan keaslian datanya. Jenis pengendalian yang termasuk dalam kategori pengendalian konversi data ini antara lain sebagai berikut.

a.       Verifikasi fisik

Terminal komputer dapat dilengkapi dengan fasilitas umpan balik yang secara otomatis menunjukan suatu tanda yang dapat digunakan sebagai pengujian visual oleh user.

b.      Penggunaan check digit

Penggunaan angka periksa berguna untuk memeriksa atau menguji validitas angka karena apabila terdapat angka yang tidak sesuai dengan angka asalnya maka akan dianggap sebagai angka yang salah.

c.       Penggunaan batch control total

Penggunaan pengendalian ini dilakukan dengan membandingkan total batch keluaran dengan total batch semula untuk mengidentifikasi apabila terjadi perbedaan.



5.       Pengendalian penanganan kesalahan

Pengendalian juga perlu dilakukan atas transaksi-transaksi yang salah supaya transaksi yang demikian tidak diproses. Jenis pengendalian ini antara lain sebagai berikut.

a.       Error log

Pengendalian ini dilakukan dengan mencatat semua transaksi yang salah sehingga dapat diperbaiki sesegera mungkin.

b.      Suspended file

Pengendalian ini berjalan dengan menunda pelaksanaan pemrosesan suatu file dimana kesalahan dalam filetersebut tetap berada di dalam filesampai selesai diperbaiki.

c.       Laporan kesalahan

Laporan ini bertujuan untuk mengidentifikasi mengenai catatan yang ada, kesalahan dalam data, serta sebab-sebabnya.



b)      Pengendalian proses



Pengendalian proses merupakan pengendalian yang ada pada setiap aplikasi yang terlah terprogram dengan berbagai program yang spesifik. Pengendalian ini berperan untuk meyakini apakah proses telah dilakukan secara benar, sesuai dengan instruksi, diproses hanya satu kali tanpa ada pemrosesan ganda, dan diproses secara tepat.

Pengendalian proses ini menurut Anies S.M. Basalamah (2011, 198) memiliki beberapa jenis pengendalian sebagai berikut.



1.       Pemeliharaan ketepatan data

Pemeliharaan ketepatan data dapat dilakukan dengan cara berikut.

a.       batch control total

Pengendalian ini dilakukan dengan membandingkan total batch keluaran dengan total batch semula untuk mengidentifikasi apabila terjadi perbedaan.

b.      run-to-run control total

Pengendalian ini menggunakan jumlah dalam pengendalian keluaran yang berasal dari satu proses sebagai jumlah pengendalian masukan dalam proses berikutnya.

c.       transaction log

Pengendalian ini akan mencatat segala aktivitas yang terjadi dalam pemrosesan komputer.

d.      fallback procedures

Pengendalian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan mengendalikan transaksi yang seharusnya telah diproses apabila sistem tetap beroperasi.

e.      restart procedures

Pengendalian ini dimaksudkan untuk memulai pemakaian kembali sistem setelah dilakukan pemberhentian aktivitas sistem.

f.        recovery procedures

Pengendalian ini digunakan untuk mengembalikan kondisi semula apabila terjadi kejadian yang tidak semestinya pada sistem.



2.       Pengujian terprogram atas batasan dan memadainya pengolahan

Suatu program aplikasi biasanya telah dilengkapi dengan fitur untuk menguji kelengkapan, keakuratan, dan kelogisan data yang diproses. Para programmer telah mendesain sedemikian rupa agar program buatannya memiliki pengendalian yang mumpuni. Pengendalian-pengendalian yang terpasang dalam program-program tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

a.       zero balancing check

Pengendalian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa dua jumlah dalam pembukuan yang dilakukan mempunyai angka yang sama sehingga apabila kedua jumlah tersebut dikurangkan akan menghasilkan angka nol.

b.      crossfooting check

Pengendalian ini bertujuan untuk meyakini apakah penjumlahan ke bawah (footing) sudah dilakukan dengan benar. Jumlah seluruh hasil penjumlahan ke samping harus sama dengan jumlah seluruh hasil penjumlahan ke bawah.

c.       overflow check

Pengendalian ini digunakan untuk menentukan apakah besarnya hasil pemrosesan melebihi besarnya register yang dialokasikan untuk menyimpannya.

3.       Pengendalian atas file

File-file yang ada harus dikendalikan dengan tujuan untuk pencegahan dari pemakaian oleh orang yang tidak punya otorisasi. Jenis pengendalian yang temasuk dalam pengendalian atas file ini antara lain:

a.       penggunaan label eksternal untuk memudahkan pengguna dalam mengadministrasikan file;

b.      penggunaan label internal yang hanya dapat dibaca oleh komputer dengan program atau aplikasi khusus; dan

c.       teknik rekonsiliasi untuk menyamakan jumlah record pada permulaan file data dengan perubahan-perubahan yang telah dilakukan.



c)       Pengendalian keluaran



Pengendalian keluaran merupakan pengendalian yang meyakini bahwa hasil pemrosesan data telah sah, lengkap, cermat, dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang berhak. Jangan sampai informasi yang telah di-entrydan diolah dengan cermat datanya kemudian disajikan secara tidak tapat, tidak andal, dan tidak mutakhir penyajiannya.

Pengendalian keluaran ini menurut Anies S.M. Basalamah (2011, 198) memiliki beberapa jenis pengendalian sebagai berikut.



1.       rekonsiliasi keluaran dengan masukan dan pengolahan

Pengendalian ini bertujuan untuk memperoleh jaminan bahwa masukan telah diproses dengan benar sehingga hasilnya juga benar. Rekonsiliasi dilakukan secara terprogram oleh komputer maupun secara manual dengan membandingkan jumlah keluaran dan jumlah masukan.



2.       penelaahan dan pengujian hasil pengolahan

Laporan-laporan yang dihasilkan dari proses pengolahan data perlu ditelaah dan diuji kemudian dibandingkan dengan dokumen transaksi asalnya. Penelaahan juga dilakukan atas daftar revisi file-file induk.



3.       pendistribusian keluaran

Keluaran hanya didistribusikan kepada para pemakai yang memiliki otorisasi secara tepat waktu. Pada hasil keluaran juga hendaknya mencantumkan siapa saja pihak yang memang punya otorisasi untuk memperoleh hasil keluaran itu sehingga pendistribusian dari keluaran dapat dilakukan secara tepat tanpa adanya pendistribusian yang sia-sia..



4.       pengawasan terhadap catatan (record)

Pengawasan dilakukan dengan menjaga keamanan keluaran, menghindari perbaikan yang tidak material terhadap file, mengurangi biaya perlengkapan komputerisasi, dan mengendalikan keluaran-keluaran yang tidak diperlukan.




Kamis, 12 September 2013

Jangan Masuk Direktorat Jenderal Perbendaharaan jika Tidak Pandai Bersyukur

Tidak ada komentar:

Dirjen Perbendaharaan merupakan salah satu unit instansi eselon I dibawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Tanpa melihat peraturan-peraturan resminya, tugas dirjen perbendaharaan ini dapat dikatakan sebagai direktorat kementerian keuangan yang bertugas untuk mencairkan dana yang telah disahkan sebelumnya pada anggarannya. Pencairan dana tersebut bisa berupa dana untuk menggaji seluruh PNS di Indonesia, dana untuk pembiayaan atas sesuatu hal, dan lain sebagainya. 

Beruntung sekali Anda yang bisa bekerja di salah satu Instansi Kementerian Keuangan ini. Ada apa dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan??

Pertama. Banyak sekali orang yang ingin bekerja di Kementerian Keuangan. Walaupun di mata sosial masyarakat yang lain adalah bahwa instansi-instansi di Kementerian Keuangan sangat rawan dan populer dengan Korupsi, sebab kita tahu sendiri lah namanya Kementerian Keuangan ngurusin masalah keuangan pastinya pintu-pintu godaan terjerat KKN akan banyak terbuka di berbagai lini. Dan kalau sudah masuk di salah satu pintunya, akan sulit untuk keluar lagi.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan merupakan dirjen yang mendapat penghargaan dari KPK sebagai Direktorat Jenderal Paling Bersih dari KKN bila dibandingkan dengan dirjen lainnya. Ya memang begitulah adanya, yang mau dikorupsi apanya? DJPB (Dirjen Perbendaharaan) sifatnya hanya menyalurkan “by pass”sebuah dana yang telah disahkan oleh instansi sebelumnya, kemudian dicairkan oleh DJPB, lalu diberikan kepada instansi yang dituju. Hanya sebagai perantara, bukan pengambil keputusan yang beban kebijaksanaanya dituntut harus tinggi dan kredibel. Namun demikian tugas DJPB pun tidak bisa dianggap remeh sebab tanpa DJPB gaji pegawai negeri mau disalurkan via siapa hayoo...

Instansinya saja mendapat penghargaan sebagai instansi terbersih, tentu berawal dari pegawai-pegawainya juga. Sesuai firman dari Opik bahwa tombo ati nomor 3 bahwa wong kang sholeh kumpulono, di DJPB kita akan menemui banyak orang kategori itu, minimal orang-orang yang tidak KKN, sehingga kerja menjadi semakin berkah dan bernilai ibadah, aamiin. Tapi bukan berarti instansi lain itu banyak KKN loh, instansi lain pun insha Allah bersih, namun celah-celah untuk itu masih sangat banyak dan kudu hati-hati, jadi semangat semuanya!

Kedua, mengapa dikatakan celah KKN di DJPB sangat kecil dan hampir tidak ada??

Orang yang bekerja di Dirjen Perbendaharaan atau di KPPN (nama kantornya) mereka tidak menemui orang-orang luar selama bekerja. Tidak seperti perpajakan yang harus berurusan dengan industri-industri luar berkaitan dengan jatah pajak yang harus dibayarkan, maupun instansi-instansi pemeriksa yang memang tugasnya memeriksa instansi atau badan lainnya. Dengan bertemu orang lain, apalagi yang sifatnya “non pro”, biasanya potensi-potensi kecurangan yang ditawarkan dari mereka banyak bermunculan. Ada cerita dari seorang pegawai pajak yang sudah bekerja dengan seintegritas mungkin, tidak menerima suap atau hadiah-hadiah dari client, tapi tetep apes juga. Setelah dia selesai memeriksa seorang WP, dia mendapat hadiah transferan uang dari WP tersebut entah untuk apa modusnya. Dia sudah menolak dan mengembalikan transferan uang tersebut. Tapi rupanya dia tetap dijatuhi hukuman sebab rekening banknya ditelusur telah mendapat transferan uang, walaupun sudah dia kembalikan lagi.

Berbeda dengan KPPN, insha Allah pekerjaannya sangat bersih dan damai. Orang KPPN hanya akan bertemu dengan pegawai-pegawai PNS di lingkup satker itu saja. Itu pun sifatnya mereka “pro” dengan pegawai KPPN. Gimana tidak pro, orang KPPN itu yang mengurus gaji mereka, tentu mereka bisa jadi “mendadak ramah” kalau bertemu orang KPPN, hehe.

Ketiga, Dirjen Perbendaharaan merupakan unit eselon I di Kementerian Keuangan yang mendapat peringkat ketiga dalam hal gaji atau take home pay dibawah Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai, dengan tingkat kompleksitas pekerjaan yang jauh dibawah kedua dirjen tersebut. Nah lo, alhamdulillah sesuatu banget bukan? Udah kerjanya santai, tapi duit sangat cukup untuk makan keluarga.

Anda yang berjiwa usaha atau suka mengembangkan potensi lain sangat cocok di sini. Pasalnya, pikiran Anda menjadi “turah-turah” sebab Anda hanya memikirkan sedikit saja yang berkaitan dengan pekerjaan. Sibuk-sibuknya orang KPPN biasanya hanya pada awal bulan dan akhir bulan ketika sedang mencairkan dana. Selebihnya, Anda bisa menggunakan pikiran Anda untuk memikirkan hal lainnya, misalnya belajar pengembangan diri lainnya, menulis buku best seller, memikirkan usaha istri di rumah, mikirin pendidikan anak, dan lain-lain yang secara overal berarti kehidupan Anda menjadi tertata rapih dari berbagai aspeknya. Alhamdulillah kan?? Tambahan, hati-hati banyak pegawai yang menjadi botak di usia tua karena faktor stress kerjaan. Berhubung kerjaan DJPB ini tergolong tidak berat, insha Allah Anda akan tetap terlihat ganteng dan muda sampai tua nanti, anti kebotakan karena stress. hehe

Keempat. Anda yang para akademisi yang ingin kuliah tinggi-tinggi sangat cocok bekerja di Dirjen Perbendaharaan sebab dirjen ini memiliki anggaran sendiri untuk beasiswa para pegawainya. Ingin ke Prancis, Jerman, atau Undip?? Yang penting bekerja yang bener dan tekun, insha Allah bisa terwujud.

Kelima, tambah pengalaman. Jujur saja, manusia hidup di dunia misalkan seusia Rasulullah yaitu 63 tahun. Jika hidupnya di tempat-tempat itu saja apakah merasa hidupnya kurang greget dan berkesan? Bagaimana kalau ambil 8 tahun untuk keliling dunia. 5 tahun untuk keliling Indonesia, plus 3 tahun untuk keliling dunia lewat beasiswa luar negeri. Itu pun sudah jangka waktu maksimal, jadi bisa lebih cepat dari 8 tahun. Jika Anda menikah usia 25 tahun, lalu bisa hidup sampai 63 tahun. Berarti ada 63-25=38 tahun usia Anda dimana Anda harus memikirkan faktor rumah tangga juga. 38 tahun dikurangi 8 tahun untuk keliling dunia, masih ada 30 tahun sisanya untuk rumah tangga Anda masing-masing. Malah, Anda bisa cerita ke anak cucu nanti kalau Anda sudah pernah keliling dunia, sebuah pengalaman yang tak ternilai. 

Keenam, peluang Anda untuk menjadi pemimpin sangat terbuka lebar di sini. Terutama bagi para lelaki yang memang dikodratkan oleh Allah SWT sebagai pemimpin, dengan ditempatkannya pegawai KPPN di daerah ini biasanya membuat pangkat mereka lebih cepat naik bila dibandingkan bila ditempatkan di kota-kota besar. Dan kalau sudah naik pangkatnya, dan pindah ke kota besar, Anda jadi bisa lebih berani bersaing. Sangat mungkin Anda akan diangkat menjadi kepala kantor. Inspektur Jenderal di ITJEN-Kemenkeu, Bapak Vincentius Sonny Loho, Ak., M.P.M berasal dari DJPB. Sekretaris Jenderal di SEKJEN-Kemenkeu, Bapak K.A. badaruddin, berasal dari DJPB, LPDP (lembaga Penngelola Dana Pendidikan). BLU gabungan dari Kemenkeu, Kemenag, Kemendikbud itu punya 1 Direktur Utama dan 4 Direktur gabungan dari 2 lembaga (2 Kemenkeu & 2 Kemendikbud). Direktur Utama berasal dari DJPB, 2 Direktur lainnya (dari Kemenkeu) juga dari DJPB. Sip kan, semoga yang kelak menjadi pemimpin bisa menjadi pemimpin yang mengemban amanah Allah SWT.

Ketujuh, Dirjen Perbendaharaan tidak memiliki kantor yang pelosok. Ingat, tugas KPPN adalah mencairkan dana yang akan disalurkan ke satker setempat. Bisa dibayangkan sendiri ibaratnya KPPN adalah server, sedangkan satker adalah client. Tidak mungkin sebuah server letaknya di tempat yang sulit dijangkau. Yang ada biasanya server letaknya ada di pusat, agar mudah melakukan akses data dan informasi ke satker-satker yang membutuhkan atau clientnya.

DJPB = Direktorat Jenderal Perbendaharaan

DJPB = Direktorat Jenderal Paling Bersih

DJPB = Direktorat Jenderal Penuh Beasiswa

DJPB = Direktorat Jenderal Paling Bahagia

FABIAYYI ALAA 'IRAABIKUMAA TUKADZDZIBAANN (maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan). Tiga puluh ayat dalam surat Ar Rahman memiliki kalimat ini, maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan? Berulang, Allah memberi peringatan kepada kita, maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Sudah bekerja di Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan pula. Pantas lah pegawai KPPN ini menjadi sering bersyukur kepada Allah SWT, sehingga kantornya pun jadi sering mendapatkan awards.

Anda yang terpilih oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan, sudah berapa banyak syukur yang Anda siapkan dalam bentuk pengabdian ibadah bekerja?? Selamat bekerja dan belajar, semoga sukses untuk kita semua. :-)
 
back to top