Tampilkan postingan dengan label KOMPUTER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOMPUTER. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Agustus 2014

CARA MEMBUAT WEBSITE PALING MUDAH (KPPN JAKARTA VII)

Tidak ada komentar:


Jika Anda termasuk salah seorang di antara mereka yang kepingin sekali mempunyai website pribadi atau sekedar blog tetapi Anda kesulitan untuk memulainya, entah karena tidak tahu langkah-langkahnya atau alas an lain, maka Anda telah berada di forum yang paling tepat.

Semua tergantung selera masing-masing. Penting tidaknya seseorang mempunyai web, juga tergantung masing-masing individu memandang. Kalau saya ditanya penting atau tidak? Anda pasti sudah tau jawabannya. Ngapain saya bikin tutorial ini kalau saya menganggap web itu tidak penting.

Salah satu manfaat terbesar dari sebuah web atau blog pernah saya uraikan panjang lebar pada artikel Manfaat Terbesar dari Sebuah Website

Seiring berjalannya waktu dan kehidupan saya yang semakin berkembang, mulai yang dulunya anak kuliahan, bermetamorfosis menjadi anak magang, lalu menjadi pegawai sungguhan, membuat ada banyak hal dalam hidup ini yang sangat sayang jika tidak dibagikan kepada orang lain untuk diambil hikmah dan manfaatnya.

Bukankah sangat keren, jika ketika dalam Curicullum Vitae kita bisa Out of the box, menambahkan sebuah item yang sebenarnya tidak ditanyakan karena tidak semua orang memilikinya, yaitu item alamat websitenya apa? Saya sering nekat menulis alamat web saya di CV walaupun tidak ditanya. Itu nilai plus.

Bagaimana biar bisa Pede nulis alamat web di CV? Ya jangan sampai web atau blog kita malu-maluin. Saya pertama kali mulai menekuni dunia blogging saat kuliah semester 2. Sekitar 5 tahun yang lalu. Terinspirasi dari film Tri Idiot, dimana disitu ada salah seorang tokohnya yang gemar menulis blog sehingga kawan-kawannya bisa mengetahui apa saja hal keren yang sudah dilalui oleh tokoh tersebut. Jadi biasanya, setelah mempunyai blog bisa jadi hidup kita menjadi lebih terpacu untuk melakukan hal-hal keren.

Jangan kuatir isinya alay. Semua orang pernah mengalami masa alay itu. Blog saya pertama kali itu alaynya nggak ketulungan, walaupun saya tak pernah menyadarinya saat itu. Namun seiring dengan perkembangan usia dan pendewasaan pemikiran, akhirnya saya mengakui ke-alay-an blog saya, lalu memutuskan untuk membuat blog yang baru. Ini hasilnya yang sedang Anda baca.

Kemudian disusul oleh web saya yang lebih dewasa lagi, yakni 70persen.net yang isinya semua hal berkaitan dengan mindset atau pola piker, sebab lebih dari 70 persen nikmat atau susahnya hidup ditentukan oleh pola piker kita.

Setelah itu saya pun pertama kalinya mendapat tawaran membangun sebuah web Kppnjakarta7.net

Kebetulan saya ditunjuk menjadi ketua tim, nah inilah sedikit langkah-langkah mudah yang saya lakukan sebagai ketua tim penyusun web mulai dari nol sampai selesai dan dapet bayaran.

Pertama, tentukan dulu pondasi webnya.

Saya ngga tau apa istilah IT nya, gampangnya pondasi penyusunan webnya. Jadi website itu bisa disusun menggunakan berbagai cara. Bisa ngoding sendiri mulai dari nol, atau menggunakan CMS. Saya menganalogikan esensi dari website adalah seperti orang jualan. Membuat website berarti kita menjual informasi ke orang lain. Membuat website dengan cara ngoding mulai dari nol, kita seperti membuka took di tengah lapangan atau semak belukar. Belum ada apa-apanya, kita bangun sendiri took sampai siap digunakan untuk jualan. Sedangkan menggunakan CMS, berarti kita seperti membuka took dengan membeli sebuah ruko atau rumah. Intinya sudah ada bentuk rumahnya, kita tinggal modifikasi sedikit. Dari sisi waktu, jelas menggunakan CMS lebih cepat dan mudah seperti analogi tadi. Sedang dari sisi tampilan, menggunakan koding relatif lebih luwes bisa diatur sesuai selera tanpa ada batasan. Perlu tau banget CMS itu bisa blogspot atau wordpress.

Nah berhubung waktu yang dituntut segera launching, serta kesibukan yang lumayan, maka saya memutuskan untuk memakasi CMS wordpress, Kenapa wordpress? Karena wordpress lebih banyak pluginnnya. Ibarat membuat toko tadi, dengan adanya plugin, kita bisa secara instan memilih jendela mana yang bagus, pintu mana yang sip, kursi apa yang cocok, bisa langsung dipakai tanpa harus melewati proses pembuatannya yang rumit. Misalnya membuat pintu, kita bisa langsung memilih jenis pintu yang disediakan tanpa harus membuatnya dari sebatang kayu lalu digergaji, dicat, dsb.

Kedua, sewa domain dan hostingan

Sangat tidak lucu apabila ada web pemerintah bernama Kppnjakarta7.wordpress.com atau Kppnjakarta7.blogspot.com. Makanya saya mohon ijin meminta dana untuk menyewa domain dan hostingan. Sehingga jadilah nama Kppnjakarta7.net . Jika ditanya kenapa .net? Jawabannya, masak mau .com?

Perbedaan domain dan hostingan, domain adalah embel-embel di belakang namanya, seperti .net, .com, .go.id, dan lain-lain. Sedangkan hostingan adalah server tempat menyimpan data yang dipakai untuk nge-build web kita nanti. Berhubung ini web pemerintahan yang nggak main-main, kami menyewa hosting dengan space paling besar.

Ada sebuah pelajaran berharga yang saya dapatkan di sini.

“Apa saja yang kita lakukan saat ini, pasti akan membawa manfaat dan dampak di masa depan.” Apapun itu, sehingga pikirkanlah secara matang setiap tindakan yang kita lakukan.

Jauh beberapa bulan sebelum saya mendapat proyek bikin web, saya pernah magang di Direktorat Transformasi Perbendaharaan, sebuah eselon 2 yang punya wewenang di bidang IT Perbendaharaan. Di sana, saya ketemu banyak orang-orang yang hebat ITnya. Ada yang jago desain, dan ada juga yang jualan hostingan.

Nah, kebetulan saya sendiri punya proyek bikin buku judulnya Lebih dari 70 Persen . Filosofi judulnya ya seperti tadi, sebenarnya apa yang terjadi kepada diri kita itu nilainya kurang dari 30 persen. Sedangkan lebih dari 70 persen ditentukan oleh bagaimana kita bersikap. Contoh: hujan. Ketika hujan turun, ada petani yang sangat bahagia karena sawahnya bisa terairi. Tapi ada juga ABG yang mewek karena tidak bisa pergi ngehedon gara-gara hujan. Jadi apakah hujan itu salah? Nope. Kita mau seneng atau susah karena hujan tadi tergantung bagaimana sikap kita. Hujan tadi nilainya kecil, kurang dari 30 persen. Sedangkan sikap kitalah yang dominan lebih dari 70 persen.

Banyak buku yang diterbitkan berawal dari sebuah web. Kambing jantan. Trus, apalagi ya? Hehe..

Saya kepingin ketika menerbitkan buku tadi, masyarakat sudah tau, minimal pernah dengar ada yang namanya Teori 70 Persen ala Dinar dari web. Sehingga pemasaran menjadi lebih mudah.

Untuk itulah saya membangun web 70persen.net . Saya yang saat itu statusnya hanya anak magang yang cuman nongkrong di pojokan nekat mencari mana mas-mas yang katanya jualan hostingan dan domain. Ketika saya ditanya, mas kantornya dimana? Oh saya anak magang kok. Wow,.

Entah bagaimana hasilnya ke depan, yang penting action dulu. Dan ternyata semua itu tidak sia-sia. Pengalaman saya nekat beli hostingan dan domain tadi ternyata saya pakai lagi untuk membuat web KPPN Jakarta 7. Minimal nggak malu-maluin sebagai ketua tim, karena sudah punya pengalaman.

Ketiga, siap-siap pusing

Inilah langkah yang biasanya dihindari oleh anak-anak yang kepingin punya web. Mereka kepingin yang instan dan nggak mau pusing. Pliss deh, tidak ada kegemilangan yang diperoleh dengan sekejap. Bahkan bikin mie instan pun ada langkah-langkahnya, jadi sebenarnya nggak instan-instan banget.

Untuk mengejar deadline, setiap pulang kantor sampai di kosan, saya langsung melanjutkan nggarap web. Minimal browsing-browsing mencari inspirasi, karena hampir semua tutorial membuat web dengan CMS Wordpress sudah disediakan di mbah google. Baru bisa bener-bener istirahat jam 10 malam. Setiap sabtu minggu saya juga masih ngutek-ngutek proyek web itu padahal lagi libur. Karena memang semakin banyak waktu yang diinvetasikan pasti hasilnya akan semakin baik. Persis seperti membangun rumah, semakin sering dicat pasti semakin tampak menawan.

Keempat, If You Can Dream It – You Can Do It!

Pada dasarnya komputer dibuat untuk merealisasikan imajinasi manusia. Buat orang yang gemar dengan musik, pasti setiap saat rasanya ingin selalu bernyanyi atau mendengarkan nyanyiannya. Tapi bisa-bisa bibir ndower kalo kecapekan nyanyi seharian. Makanya dibuat banyak tools pemutar musik. Semua dari imajinasi. Termasuk membuat website sekalipun.

Salah satu supervisor di KPPN Jakarta 7 orangnya sangat sistematik banget. Bisa dibilang beliau adalah yang bertanggung jawab atas kelangsungan dari proyek web building ini. Sehingga tidak heran jika beliau amat hati-hati dan perfect dalam memberikan masukan atau usul, bahkan yang usulnya aneh-aneh sekalipun saya sanggupin. Prinsip saya, selama beliau masih bisa mengimajinasikan berarti sebenarnya masih bisa direalisasikan. Tinggal sayanya mau pusing atau tidak.

Ini adalah salah satu draft imajinasi beliau dan realisasi dari website yang berhasil dibangun.

Ini sketsanya





















Ini hasilnya




Terakhir, inilah akibatnya jika mau pusing

Alhamdulillah akhirnya saya diberi hadiah “uang lelah” yang sangat patut untuk disyukuri jumlahnya. Dalam sebuah sesi rapat penyelesaian web, saya sedikit menyampaikan bahwa kesuksesan membuat web Kppnjakarta7.net ini bukan semata-mata hasil kerja keras dari saya ataupun tim. Tetapi hasil dari jerih seluruh pegawai KPPN Jakarta 7 yang selalu memberikan dukungan dan doa demi kelancaran dalam pembuatan web. Saya yakin, jika ada satu saja pegawai yang berdoa agar web itu tidak jadi, pasti hasilnya tidak akan memuaskan. Tapi kenyataannya, proses pembuatan web tersebut berjalan lancer dan memuaskan. Berarti seluruh pegawai memang selalu memberikan dukungan dan doa. Pegawai KPPN Jakarta 7 memang kalian luar biasaa….

Ini adalah foto saya bersama supervisor, mas Melthin, pasca pembuatan web yang lamanya sekitar 4 bulan.



Sebelumnya, saya sempat iseng-iseng pula membuat aplikasi android dari thirdpart untuk KPPN Jakarta 7 sehingga para satker bisa lebih mudah untuk mengakses web tersebut dari ponsel androidnya masing-masing.



Akhir kata, tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak bisa membuat website kecuali Anda mengada-ada untuk membuat alas an itu sendiri. Sebab semuanya sekarang serba tersedia. Tutorial lengkap di mbah google. Saya 85% lebih hanya memodifikasi script dari google lho. Tinggal mau pusing atau tidak saja.

Terima kasih telah membaca, semoga sukses dan bermanfaat.

Minggu, 08 Desember 2013

Tutorial Mudah Corel Draw dengan Teknik Ellips Serba Guna

Tidak ada komentar:
Assalamualaikum

Sebuah bentuk yang amat sederhana, yaitu lingkaran, ternyata jika kita pintar-pintar mengkreasikannya bisa menghasilkan gambar-gambar yang menarik dan berdaya seni.

Kali ini saya akan buatkan tutorial “menggambar dengan corel draw”. Kita pake cara yang mudah2 aja. Nggak usah ribet2. Kita gambarnya pake buletan2 aja. Nah, kita mulai saja ya.
Pertama. Pastikan ada aplikasi vector di perangkat anda. Terserah, mau corel draw atau illustrator tapi kali ini kita pake corel draw aja ya. Kita buka aja tuh aplikasinya sekarang.



Udah?? Kalo udah liat tools yang ada disebelah kiri. Cari ellips tools. Yang gambarnya disini.


 Nah, kita pake bulet2 aja laah. Klik aja itu eclips tools


Kita sedikit manipulasi lingkarannya pake tools convert to curve, tools yang diatas.


Udah ketemu? Nah klik itu. Sebelumnya di klik juga tuh lingkarannya biar . Dibentuklah itu, geser2 titiknya sampai jadi gini bentuknya

 :
Udah itu lanjut lagi ya. Kasih lingkaran-lingkaran lagi.


 Tambah lingkaran lagi..


Tambah lingkaran lagi buat mata…

 
Tambah beberapa tambahan buletan lagi..


Dan sedikit goresan, jadilah ginii.. Buat giginya pake poligon tools, kalo bentuk mulutnya pake freehand tools.


Lanjut, Buat asesoris badannya..


Udah jadi badannya, terus digabungi dengan kepalanya yang tadi..


 Dan. Tinggal diwarnai..


Taraa! Udah, selesai..
Kelar. Mudah kan?



Kontributor : 
Rubah cungkring
blog : mampir kesini 
Karya2 : disini

Sabtu, 30 November 2013

Menangani Registry Editing has been Disable by Your Administrator

Tidak ada komentar:

 






Assalamualaikum

Pernah tidak Anda mengalami mendadak Registry pada komputer Anda menolak untuk dibuka sehingga muncul peringatan Registry Editing has been Disable by Your Administrator. Entah karena virus, atau karena Anda secara tidak sengaja mengubah setting Administrator Control pada komputer Anda yang menyebabkan user tidak dapat mengedit registry nya. Untuk kembali dapat melakukan editing registry caranya adalah sebagai berikut.

1. Cek dulu apakah benar Registry Editing has been Disable by Your Administrator dengan membuka Run – ketik Regedit
2. Jika ternyata benar, buka kembali Run, kemudian ketik “gpedit.msc”



3. Lalu pada panel sebelah kiri, pilih “User Configuration” – “Administrative Templates” – “System”



4. Pada panel sebelah kanan, double klik pada “Prevent access to registry editing tools”



5. Kemudian pada kotak dialog yang muncul, ubahlah nilainya menjadi “disabled”



6. Oke. Selamat Registry Anda sudah bisa diakses kembali

Senin, 25 November 2013

Sistem Pengendalian Internal Aplikasi / Internal Control for Application

Tidak ada komentar:



Sebuah aplikasi yang dibuat oleh pengembang sistem tentunya perlu memperhatikan aspek-aspek pengendalian internal yang diterapkan sehingga tetap dapat menjaga keandalan sistem yang berjalan pada sebuah organisasi tertentu. Bagaimanakah kriteria suatu aplikasi yang telah memenuhi aspek pengendalian internal tersebut perlu dipahami sebelum melakukan sebuah desain aplikasi.
Pengendalian aplikasi atau application control merupakan pengendalian dalam hal pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan dalam suatu proses pengolahan data sehingga akan berhubungan dengan ketelitian dan kelengkapan data yang diproses melalui aplikasi tertentu. (Mulyadi 2001, 183)

        Application control ini merupakan lingkup dari general control, sehingga apabila terjadi kelemahan dalam general control maka dapat berdampak terhadap berbagai jenis aplikasi yang telah dirancang dalam sebuah perusahaan. Application control dirancang khusus untuk memenuhi persyaratan pengendalian yang harus diterapkan pada aplikasi tertentu sehingga data hasil pemrosesan aplikasi tersebut mampu diyakini keandalannya.



1)      Tujuan application control.



        Tujuan pengendalian aplikasi menurut Anies S.M. Basalamah (2011, 197) adalah untuk memperoleh keyakinan bahwa:

a)      setiap transaksi telah diproses dengan lengkap dan hanya diproses satu kali;

b)      setiap data transaksi berisi informasi yang lengkap dan akurat;

c)       setiap pemrosesan transaksi dilakukan dengan benar dan tepat;

d)      hasil-hasil pemrosesan digunakan sesuai dengan maksudnya; dan

e)      aplikasi-aplikasi yang ada dapat berfungsi secara berkesinambungan.



2)      Klasifikasi application control.



Kategori pengendalian yang termasuk dalam klasifikasi Application control adalah sebagai berikut.



a)      Pengendalian masukan



Pengendalian masukan merupakan pengendalian yang ditujukan kepada  semua data yang akan di-entry apakah sudah diyakini kebenarannya, sah, lengkap, atau tidak terduplikasi. Pengendalian masukan ini sangat penting mengingat apabila terjadi kesalahan input data maka kesalahan tersebut tentunya akan terus berlanjut sampai tahap pemrosesan data dan hasil keluarannya pun tentu akan ikut menjadi salah (garbage in garbage out).

Pengendalian masukan ini menurut Anies S.M. Basalamah (2011, 198) memiliki beberapa jenis pengendalian sebagai berikut.



1.       Pengendalian otorisasi masukan

Otorisasi dilakukan sebelum suatu data atau dokumen akan diproses. Pengendalian yang baik tidak memperbolehkan suatu data atau dokumen untuk diproses tanpa adanya otorisasi terlebih dahulu. Pengendalian otorisasi masukan ini sendiri memiliki beberapa jenis pengendalian yaitu:

a.       prosedur-prosedur persetujuan yang menjelaskan bagamaimana dan oleh siapa data akan mulai di-entry;

b.      formulir yang diberi nomor urut atau pra nomor sehingga dapat diminta pertanggungjawabannya apabila ada nomor yang hilang;

c.       penelaahan oleh tim pengendali untuk mengidentifikasi transaksi yang diproses dalam bentuk batch; dan

d.      sistem pengawasan pencatatan aktivitas untuk mengetahui frekuensi kesalahan yang terjadi maupun kejadian-kejadian yang tidak semestinya.



2.       Pengendalian validasi masukan

Pengendalian ini merupakan pengendalian dalam program yang dibuat oleh manajemen sistem untuk memperoleh keyakinan bahwa semua data masukan adalah valid. Jenis pengendalian yang termasuk dalam kategori pengendalian validasi masukan adalah sebagai berikut.

a.       numeric and alphabetic check

Pengendalian ini menetapkan suatu field tertentu apakah harus diisi dalam bentuk angka (numerik) atau huruf (alfabetis).

b.      logic check

Pengendalian ini bertujuan untuk menguji atau membandingkan antara nilai suatu logic tertentu dengan Gambaran keadaan yang sebenarnya.

c.       sign check

Pengendalian ini menguji apakah suatu field tertentu memiliki simbol atau tanda matematis yang sesuai baik positif atau negatif.

d.      valid field size check

Pengendalian ini menguji apakah suatu field tertentu memiliki besaran tertentu misalnya suatu field harus berisikan enam digit karakter.

e.      limit check

Pengujian ini menguji apakah suatu field berisi masukan data dalam besaran yang berada pada batas maksimum yang masih ditentukan.

f.        valid code check

Pengendalian ini menguji apakah suatu transaksi masukan tertentu memiliki kode yang sama dengan yang ada di dalam daftar komputer.

g.       range test

Pengujian ini menguji apakah suatu field berisi data dalam besaran yang berada pada kisaran batas minimum dan maksimum yang diperbolehkan.

h.      sequence check

Pengendalian ini menguji urutan data yang dimasukkan pada field tertentu.

i.         check-digit verification

Pengendalian ini dilakukan dengan menghitung suatu angka tertentu untuk memastikan bahwa nilai yang sebenarnya tidak diubah.



3.       Pengendalian transmisi data

Pengendalian ini bertujuan untuk mencegah agar data yang akan diproses tidak hilang, tidak ditambah, dan tidak diubah sehingga keaslian data benar-benar masih tetap terjaga. Jenis pengendalian yang termasuk dalam kategori pengendalian transmisi data ini antara lain sebagai berikut.

a.       Echo-check

Pengendalian yang dilakukan dengan mengirimkan data kembali ke user atau operator untuk dibandingkan dengan data aslinya sehingga user memperoleh keyakinan bahwa data telah diinput dengan benar..

b.      Redundancy check

Pengendalian dilakukan dengan meminta user atau operator untuk memasukan sebagian dari data selain data yang telah ditransmisikan.

c.       Completeness test

Pengujian ini dilakukan terhadap setiap transaksi untuk membuktikan bahwa semua data yang diperlukan telah dimasukkan.



4.       Pengendalian konversi data

Pengendalian ini dilakukan dengan proses mengubah data dari sumber asalnya ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin. Konversi data yang dilakukan tetap harus mempertahankan keaslian datanya. Jenis pengendalian yang termasuk dalam kategori pengendalian konversi data ini antara lain sebagai berikut.

a.       Verifikasi fisik

Terminal komputer dapat dilengkapi dengan fasilitas umpan balik yang secara otomatis menunjukan suatu tanda yang dapat digunakan sebagai pengujian visual oleh user.

b.      Penggunaan check digit

Penggunaan angka periksa berguna untuk memeriksa atau menguji validitas angka karena apabila terdapat angka yang tidak sesuai dengan angka asalnya maka akan dianggap sebagai angka yang salah.

c.       Penggunaan batch control total

Penggunaan pengendalian ini dilakukan dengan membandingkan total batch keluaran dengan total batch semula untuk mengidentifikasi apabila terjadi perbedaan.



5.       Pengendalian penanganan kesalahan

Pengendalian juga perlu dilakukan atas transaksi-transaksi yang salah supaya transaksi yang demikian tidak diproses. Jenis pengendalian ini antara lain sebagai berikut.

a.       Error log

Pengendalian ini dilakukan dengan mencatat semua transaksi yang salah sehingga dapat diperbaiki sesegera mungkin.

b.      Suspended file

Pengendalian ini berjalan dengan menunda pelaksanaan pemrosesan suatu file dimana kesalahan dalam filetersebut tetap berada di dalam filesampai selesai diperbaiki.

c.       Laporan kesalahan

Laporan ini bertujuan untuk mengidentifikasi mengenai catatan yang ada, kesalahan dalam data, serta sebab-sebabnya.



b)      Pengendalian proses



Pengendalian proses merupakan pengendalian yang ada pada setiap aplikasi yang terlah terprogram dengan berbagai program yang spesifik. Pengendalian ini berperan untuk meyakini apakah proses telah dilakukan secara benar, sesuai dengan instruksi, diproses hanya satu kali tanpa ada pemrosesan ganda, dan diproses secara tepat.

Pengendalian proses ini menurut Anies S.M. Basalamah (2011, 198) memiliki beberapa jenis pengendalian sebagai berikut.



1.       Pemeliharaan ketepatan data

Pemeliharaan ketepatan data dapat dilakukan dengan cara berikut.

a.       batch control total

Pengendalian ini dilakukan dengan membandingkan total batch keluaran dengan total batch semula untuk mengidentifikasi apabila terjadi perbedaan.

b.      run-to-run control total

Pengendalian ini menggunakan jumlah dalam pengendalian keluaran yang berasal dari satu proses sebagai jumlah pengendalian masukan dalam proses berikutnya.

c.       transaction log

Pengendalian ini akan mencatat segala aktivitas yang terjadi dalam pemrosesan komputer.

d.      fallback procedures

Pengendalian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan mengendalikan transaksi yang seharusnya telah diproses apabila sistem tetap beroperasi.

e.      restart procedures

Pengendalian ini dimaksudkan untuk memulai pemakaian kembali sistem setelah dilakukan pemberhentian aktivitas sistem.

f.        recovery procedures

Pengendalian ini digunakan untuk mengembalikan kondisi semula apabila terjadi kejadian yang tidak semestinya pada sistem.



2.       Pengujian terprogram atas batasan dan memadainya pengolahan

Suatu program aplikasi biasanya telah dilengkapi dengan fitur untuk menguji kelengkapan, keakuratan, dan kelogisan data yang diproses. Para programmer telah mendesain sedemikian rupa agar program buatannya memiliki pengendalian yang mumpuni. Pengendalian-pengendalian yang terpasang dalam program-program tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

a.       zero balancing check

Pengendalian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa dua jumlah dalam pembukuan yang dilakukan mempunyai angka yang sama sehingga apabila kedua jumlah tersebut dikurangkan akan menghasilkan angka nol.

b.      crossfooting check

Pengendalian ini bertujuan untuk meyakini apakah penjumlahan ke bawah (footing) sudah dilakukan dengan benar. Jumlah seluruh hasil penjumlahan ke samping harus sama dengan jumlah seluruh hasil penjumlahan ke bawah.

c.       overflow check

Pengendalian ini digunakan untuk menentukan apakah besarnya hasil pemrosesan melebihi besarnya register yang dialokasikan untuk menyimpannya.

3.       Pengendalian atas file

File-file yang ada harus dikendalikan dengan tujuan untuk pencegahan dari pemakaian oleh orang yang tidak punya otorisasi. Jenis pengendalian yang temasuk dalam pengendalian atas file ini antara lain:

a.       penggunaan label eksternal untuk memudahkan pengguna dalam mengadministrasikan file;

b.      penggunaan label internal yang hanya dapat dibaca oleh komputer dengan program atau aplikasi khusus; dan

c.       teknik rekonsiliasi untuk menyamakan jumlah record pada permulaan file data dengan perubahan-perubahan yang telah dilakukan.



c)       Pengendalian keluaran



Pengendalian keluaran merupakan pengendalian yang meyakini bahwa hasil pemrosesan data telah sah, lengkap, cermat, dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang berhak. Jangan sampai informasi yang telah di-entrydan diolah dengan cermat datanya kemudian disajikan secara tidak tapat, tidak andal, dan tidak mutakhir penyajiannya.

Pengendalian keluaran ini menurut Anies S.M. Basalamah (2011, 198) memiliki beberapa jenis pengendalian sebagai berikut.



1.       rekonsiliasi keluaran dengan masukan dan pengolahan

Pengendalian ini bertujuan untuk memperoleh jaminan bahwa masukan telah diproses dengan benar sehingga hasilnya juga benar. Rekonsiliasi dilakukan secara terprogram oleh komputer maupun secara manual dengan membandingkan jumlah keluaran dan jumlah masukan.



2.       penelaahan dan pengujian hasil pengolahan

Laporan-laporan yang dihasilkan dari proses pengolahan data perlu ditelaah dan diuji kemudian dibandingkan dengan dokumen transaksi asalnya. Penelaahan juga dilakukan atas daftar revisi file-file induk.



3.       pendistribusian keluaran

Keluaran hanya didistribusikan kepada para pemakai yang memiliki otorisasi secara tepat waktu. Pada hasil keluaran juga hendaknya mencantumkan siapa saja pihak yang memang punya otorisasi untuk memperoleh hasil keluaran itu sehingga pendistribusian dari keluaran dapat dilakukan secara tepat tanpa adanya pendistribusian yang sia-sia..



4.       pengawasan terhadap catatan (record)

Pengawasan dilakukan dengan menjaga keamanan keluaran, menghindari perbaikan yang tidak material terhadap file, mengurangi biaya perlengkapan komputerisasi, dan mengendalikan keluaran-keluaran yang tidak diperlukan.




 
back to top