Sabtu, 17 Mei 2014

HIDUP DENGAN 850 RIBU PER BULAN, SEBUAH KISAH TAK MASUK AKAL

Tidak ada komentar:

Manusia itu, dia sok pintar.

Dia sok jago matematika.

Dia menghitung-hitung.

Dia gunakan logikanya yang sudah diasahnya sedari kecil.

Hingga dihasilkan nilai-nilai yang membuatnya merasa benar.

Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

Pernahkan Anda melihat lautan yang begitu luas? Berapa banyak air yang terhampar di belantara lautan itu?

Kemudian Anda coba masukan sebuah jari Anda kedalam air di lautan itu. Lalu Anda angkat jari Anda kembali, lihat ada beberapa air yang menetes dari jari yang diangkat. Dan sebagian ada yang masih menempel di jari Anda.

Air yang masih menempel di jari Anda itulah kita. Itulah logika kita yang kita bangga-banggakan ini. Sedangkan hamparan air di lautan sejauh mata memandang itulah “logika Allah swt”.

Logika manusia terlalu kecil dan terlalu sempit untuk memahami logika kehidupan yang ditetapkan oleh Allah yang terlampau besar. Maka kadang ada istilah “tidak masuk akal”, ya memang benar, memang akal kita ini terlalu sempit.

Banyak sekali hal-hal dalam hidup ini yang jelas-jelas logika kita tak akan bisa memahaminya.
Ada sebuah pengalaman yang saya buktikan sendiri bahwa memang saya ini sebagai manusia benar-benar terlalu bodoh. Saya rasakan sendiri bahwa manusia itu terlalu banyak kekurangan dan tak tau apa-apa mengenai ketetapan Allah.

Ini adalah kisah saya hidup di Ibukota, hanya dengan gaji 850ribu sebulan.

Masuk di akal? Jelas tidak kawan.

Sebelumnya mari kita hitung bersama berapa besar pengeluaran rutin saya tiap bulannya.
-      -    Kos 1 bulan = 500.000
-       -   Makan 1 hari 20.000 (ini sudah menu superhemat) x 30 hari = 600.000
-        -  Transpot 2 kali busway 7000 x 30 hari = 210.000
-         - Total pengeluaran = 500.000 + 600.000 + 210.000 = 1.310.000
-          - Gaji anak magang = 850.000

Baru untuk 3 item saja duit saya harus sudah nombok 1.310.000 – 850.000 = 460.000

Memangnya saya mandi gak pake sabun? Saya ga kepingin gosok gigi pake odol? Ga pingin minum air? Ga pingin yang lain-lain? Jelas kepingin, karena saya pun masih pingin hidup. Jadi masih ada biaya lain yang dikeluarkan untuk keperluan itu.

Sebelum saya berangkat ke Jakarta, baru membayangkan angka-angka itu saja rasanya sudah stress. Mengapa tidak magang di rumah saja sih? Kan bisa lebih hemat? Gimana bisa beli barang yang dibutuhkan dengan dana sebesar itu.

Tapi kenyataannya sekarang sudah hampir 8 bulan saya hidup di Ibukota, dan saya lupa kapan terakhir kali minta uang orang tua, karena selama 8 bulan ini memang saya mencegah transfer dana dari orang tua.

Pengalaman ini yang ingin saya bagikan, mudah-mudahan bisa menginspirasi.

=====================

Ini adalah masalah mindset kawan,

Saya adalah seorang laki-laki. Beberapa tahun lagi tanggung jawab saya bukan lagi menghidupi diri saya sendiri, tapi juga menghidupi anak orang, alias menikah, punya istri, nanti lama-lama punya anak. Kalau saya tidak latihan dari sekarang untuk menyetop uluran dana dari orang tua, saya akan kaget ketika besok saya menikah dan berhadapan dengan kebutuhan yang berkali kali lipat besarnya. Ini mindset pertama kali saya tiba di Jakarta.

Bagaimana menjadi sosok kepala keluarga yang bisa diandalkan? Jawabannya adalah dia yang memahami agama, karena agama adalah segalanya. Dia adalah alasan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. 

Saya ini anak nakal, bukan seperti ustad yang sholeh, rambut saya gondrong, bukan seperti PNS, tapi saya berusaha ingin menjadi pemimpin keluarga yang baik. Maka saya dengarkanlah ceramah-ceramah keagamaan. Berhubung dulu saya ini orangnya malas datang ke kajian, saya download saja video-video ceramah dan motivasi dari internet. Apalagi provider internet sedang berlomba-lomba pasang kuota besar-besaran. 5GB per bulan akan sangat mubadzir kalo tidak dimanfaatkan secara optimal. Maka tiap malam saya download video tausiah itu, ditinggal tidur, lalu paginya saya putar. Itu rutinitas saya setiap hari di awal magang. Ingat, setiap hari lo. Setiap pagi saya dengerin pengajian sebelum berangkat ke kantor. Hingga sekarang mungkin koleksi video saya sudah lebih dari 10GB.

Ada satu poin yang saya garis bawahi pada beberapa video tersebut:

Ilmu investasi memang banyak diajarkan dimana-mana. Bagaimana kita mengelola modal dengan optimal, sehingga menghasilkan benefid. Tapi kebanyakan hanya mengajarkan bagaimana cara menanamkan modal, menilai risiko, dan saving untuk keperluan mendesak. Ada satu hal yang terlewatkan dari pelajaran ilmu investasi, padahal justru ini adalah yang paling utama. Ilmu itu adalah ilmu sedekah. Sedekah adalah langkah pertama yang harus dilakukan oleh investor sebelum berinvestasi. Investasi paling aman adalah sedekah, karena ini adalah janji Allah, bukan janji manusia. Setiap harta yang disedekahkan maka dia akan kembali lagi sebesar 10 kali lipatnya.

Saya dapat ilmu itu dari Mas Ippho Santosa.

Masuk di logika? Jelas tidak...

Kalau di logika kita, 10 – 1 = 9

Tapi kalau logika Allah, 10 – 1 = 19. Kita punya duit 10 disedekahkan 1, maka 1 akan kembali menjadi 10. Maka total duit kita menjadi 19.

Jadi misalnya kita punya duit hanya 10.000, tapi saya ingin membeli barang atau hajad yang senilai 50.000. Maka kita perlu sedekah 5000. Karena 5000 x 10 = 50.000 plus sisa uang kita 5000 = 55.000.

Itu matematika sedekah yang saya dapet ilmunya dari Ust. Yusuf Mansyur.

Lalu saya lihat nih gaji saya 850.000. Kebutuhan hidup saya rata-rata harusnya 1.500.000. Berarti kira-kira masih kurang 800.000 an. Berarti duit yang kudu saya sedekahkan adalah 80.000.

Berat tidak menyedekahkan nilai segitu dengan gaji segitu? Jelas berat men. Awalnya.

Tapi ada sebuah video yang saya lihat dari Ustd Felix Siauw.

Beliau berkata bahwa kebiasaan itu ibarat seperti ketika kita menginjakkan kaki kita tanpa alas kaki di hamparan lapangan yang penuh dengan rumput. Pada awalnya, kaki kita akan merasa sakit karena rumputnya masih tajam-tajam. Tapi setelah beberapa kali kita melewati rumput itu, lama-lama rasa sakit itu berkurang karena rumput yang lama-lama semakin merunduk, dan akhirnya menjadi biasa saja untuk dilewati.

Dan yang paling perlu ditekankan adalah, jangan ada alasan apapun yang membuat kita mundur ketika akan melakukan suatu kebaikan. Ketika akan sedekah, kok mendadak logika kita bicara, “kok banyak banget, tapi kan lagi butuh beli itu, gimana nanti mau beli itu?” Nah! Kata-kata semacam itulah salah satu bentuk dari lemahnya manusia. Sekali lagi, selain untuk itung-itungan pelajaran, jangan percaya dengan logika.

Maka agar tidak semakin pusing dengan banyak lagi alasan yang datang untuk menunda, sedekah saya yang pertama adalah senilai Rp 100.000 glondong yang langsung saya masukan di kotak amal masjid Istiqlal.

Pada saat itu mindset saya hanya kepingin ngetes. Apakah yang dikatakan pak ustad-ustad tadi tentang koar-koarnya khasiat sedekah itu benar atau tidak.

-----------------------

Nama saya Dinar. Saya sering kali mendengar di ceramah-ceramah, toko buku, atau kaligrafi-kaligrafi mengenai sebuah ayat yang bernama ayat seribu dinar. Apa nih maksudnya?
Rupanya, itu adalah ayat yang konon didapat dengan harga 1000dinar (1 dinar=2juta). Jadi 1000 x 2juta = 2M. Untuk kisah lengkapnya, saya sudah pernah posting tentang Hikayat Ayat Seribu Dinar disini.

Pada ayat tersebut dikatakan bahwa barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, dengan sungguh-sungguh menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah yang memang amat sangat berat, maka Allah akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Memang ayat seribu dinar ini kisahnya adalah kisah seorang pedagang yang sukses setelah membaca ayat ini tiap habis sholat. Jika memang benar begitu, mengapa tidak saya ikutan saja? Maka ini habit kedua yang saya lakukan sehabis sholat.

--------------------------------------

Ada dua sholat yang filosofinya sangat lucu, yaitu sholat tahajud dan duha.

Sholat Tahajud itu singkatannya Tau Tau Harta Bersujud.

Sedangkan sholat Duha itu singkatannya Doanya Pengusaha.

Hehe itu singkatan dari si otak kanan mas Ippho Santosa. Kata beliau, dua sholat itu tidak boleh kelewatan jika ingin menjadi pengusaha sukses dan kaya raya. Hmm, tidak ada salahnya untuk dicoba. Alhamdulillah sejak pertama magang sampai sekarang duha saya masih rutin terjaga sebelum mulai kerja. Malah, kalau kita merasa kita akan disibukkan oleh setumpuk kerjaan di suatu hari, maka awali hari itu dengan berduha. Maka harimu itu akan terasa lapang dan tidak diburu-buru waktu. Itu saya rasakan sendiri dengan rutinitas kehidupan yang menantang di kota Jakarta yang super padat penduduk ini.

---------------------------------------------------------

Ada dua pengusaha yang mindsetnya selalu saya coba untuk terapkan. Dia adalah Merry Riana dan Top Ittiphad.

Merry Riana adalah entrepreneur muda yang berhasil bebas finansial dalam usia 30 tahun. Dia berhasil meraih sejuta dolar dalam usia yang masih muda, padahal sebelumnya dia punya hutang pemerintah Singapura ratusan juta.

Sedangkan Top Ittiphad adalah pengusaha rumput laut asal Thailand yang produknya bisa kita lihat sudah nongkrong di Alfamart dan Indomaret dengan label Tao Kae Noi. Dia sukses bebas finansial di usia 26 tahun, padahal sebelumnya keluarganya mempunyai hutang 4 Milyar.

Bukan masalah duitnya atau hutangnya yang saya banggakan dari mereka. Tapi masalah habitnya. Habit pengusaha adalah semakin pandai dia memanfaatkan waktu dan situasi, maka semakin suskes. Ada 2 alasan pengusaha untuk melakukan suatu hal, yaitu: apakah hal itu ada duitnya? Dan apakah hal itu ada pahalanya? Jika tidak dua-duanya, maka wajib tinggalkan!

Top Itthipad dan Merry Riana mengorbankan waktu bermain di usia muda mereka untuk bekerja. Di filmnya berjudul Top Secret, ada sebuah adegan dimana anak muda seusia Top bisa berjalan dengan santai sambil dengerin mp3, sedangkan Top harus berjalan dengan berkeringat menggendong sekarung kacang untuk berdagang.

Jadi sebenarnya yang membuat seseorang kaya atau tidak itu bukan perkara kerjanya sebagai PNS atau Pengusaha, tapi masalah habitnya. Saya pernah menjelaskan secara gamblang perbedaan habit keduanya di artikel saya berjudul PNS versus Pengusaha, Mana yang Lebih Suksesdisini.

Maka mengapa saya tidak meniru kebiasaan mereka?

Saya punya banyak koleksi film dari teman. Tapi sampai sekarang belum pernah saya tonton. Bahkan, film Dispecable Me pun saya belum nonton lo! Padahal saya punya dari yang pertama dan kedua. Karena pas saya mau nonton film itu, saya pasti kepikiran apakah ada dampak positifnya buat saya ke depan. 1. Apakah ada duitnya? 2. Apakah ada pahalanya? Memang lebay, tapi itu adalah salah satu faktor saya bisa bertahan dengan gaji 850 per bulan.

Saya ganti kegiatan saya yang harusnya bisa dipakai untuk nyantai dengan hal yang lebih bermanfaat. Karena mindset saya sebenarnya kesenangan itu akan terakumulasi. Kalau kita bersenang-senang sekarang, suatu saat nanti kita pasti akan merasa bersusah susah. Tapi kalau bersusah-susah sekarang, maka kesenangannya nanti akan menumpuk dibelakang seperti menanam benih. Dan mumpung saya masih muda, saya ingin bekerja keras dulu di usia yang muda, seperti Top dan Merry tadi. Mereka berdua rata-rata menggunakan waktu sehari untuk bekerja selama 18 jam.

Kebetulan saya gemar di bidang komputer, musik dan sastra. Maka saya mulai pontensikan kegemaran saya itu untuk menghasilkan karya yang bermanfaat. Saya mencoba menulis buku, saya mengarang lagu dan mencoba mengaransemen, saya mengikuti lomba sastra online yang iming-iming hadiahnya besar, lomba bikin puisi, lomba nulis cerpen, saya juga kadang ikut lomba kompetisi blog. Itulah hal-hal yang saya lakukan untuk mengisi waktu luang saya.

------------------------------------------------

Ada sebuah hadits yang menyebutkan bahwa Allah SWT amat membenci orang yang terlalu banyak makan dan terlalu banyak tidur. Dengan kata lain berarti yang sedikit makan dan sedikit tidur akan lebih disayang. Dan kalau disayang maka akan lebih sering diberi pertolongan. 

Itulah alasan yang sangat kuat mengapa saya setiap makan hampir tidak pernah lauk daging. Lebih seringnya pakai lauk gorengan. Total pengeluaran makan saya sehari maksimal 20 ribu, lebih seringnya ngga sampai.

Makan ngga pakai daging, apa bisa kenyang? Tidak. Tapi justru Rasulullah menyarankan kita agar berhenti makan sebelum kenyang.

Makan ngga pakai daging, daging kan menyehatkan? Iya sehat sekarang, tapi terakumulasi sakitnya besok di usia tua. Lebih menyehatkan daun-daunan dan sayur. Ayah saya sejak kecil jarang sekali makan daging, tapi sampai usia sekarang beliau tidak pernah sakit yang aneh-aneh. Jika ada dua pilihan lauk: daging dan sayur, dan hanya boleh memilih salah satu, maka ayah akan memilih sayur. Saya lebih percaya kepada kata-kata ucapan ayah daripada kata-kata dari iklan daging olahan yang bentuknya lonjong.

Banyak yang bilang kalau nanti gajinya sudah banyak apa yo mungkin makan sesederhana itu? Jawaban saya ada di Surah At Takasur: bahwa menjadi kaya itu tidak dilarang, tapi pola hidup harus tetap sederhana.

Nabi kita Muhammad SAW kaya rayanya bukan main. Lha bayangin saja penduduk di jaman nabi itu hampir seluruhnya bahagia, padahal salah satu indikator kebahagiaan adalah tercukupinya kebutuhan. Dan untuk memenuhi kebutuhan itu pakainya duit. Tidak salah lagi bahwa harta Rasulullah itulah yang selalu dibagi-bagikan kepada umatnya, hingga Beliau sendiri tidur hanya dengan pelepah kurma.

Ada sebuah kejadian dimana Rasul sedang menjadi imam sholat. Ketika selesai salam, Rasul terburu-buru pulang ke Rumah, tidak seperti biasanya Beliau yang selalu berdzikir panjang terlebih dahulu. Para sahabat pun keheranan.

Beberapa saat kemudian, Rasul kembali datang ke masjid untuk melanjutkan dzikirnya.
Setelah selesai, sahabat pun bertanya karena penasaran, apa yang menyebabkan Rasul tadi terburu-buru pulang?

Kemudian Rasul menjawab, bahwa setelah salam tadi mendadak beliau teringat bahwa di bawah alas tidurnya masih tersimpan beberapa dirham uang. Dan beliau sangat takut akan ditanya Allah mengapa Engkau masih menyimpan uang, sedangkan di luar sana banyak umatmu yang lapar. Maka beliau segera pulang mengambil uang tadi dan memberikan kepada badan, lalu kembali ke masjid lagi untuk menuntaskan dzikir. Di sini, sungguh tampak pola kesederhanaan hidup dan semangat berbagi dari beliau yang seharusnya ditiru oleh umat manusia yang kepingin sukses dunia akhirat.

Setiap hari senin dan kamis, saya juga upayakan untuk berpuasa. Selain untuk masalah hemat, juga karena masalah pahala.

------------------------------------

Itulah beberapa kebiasaan yang bisa saya share.

Sedekah ditambah baca ayat seribu dinar ditambah rutin sholat duha ditambah puasa senin kamis ditambah memanfaatkan waktu adalah uang.

Kata banyak ustad, sedekah itu dapat memperkaya harta. Setelah saya praktekan, rupanya benar begitulah adanya! Setelah saya sedekahkan 100ribu tadi, ada-ada saja rejeki yang datang bergantian. Bergantian lo, seperti baris ngantri untuk datang kepada saya, itu yang saya rasakan. Mulai dari dapet makan siang gratis di kantor, bahkan teman saya sampai ada yang bilang kalau sekelompok kantor dengan saya itu enak, sering dapet makan siang gratis. Saya juga bingung. Ada juga honor yang mendadak cair, honor diklat, uang perjalanan dinas, dan lain-lain.

Memang, seperti terjemahan di ayat seribu dinar yang rutin saya baca tadi, rezeki dan pertolongan Allah itu datangnya dari arah-arah yang tidak diduga. Termasuk ide-ide yang muncul di kepala ini pun juga merupakan bentuk dari rezeki Allah yang tak terduga.

Ada sebuah kisah Muhammad Al Fatih dalam menaklukan Konstantiopel, sebuah kota besar yang sudah selama 700 tahun lebih mencoba ditaklukan oleh pasukan muslim tapi selalu berujung di kegagalan karena pertahanan kota yang luar biasa tangguhnya. Muhammad Al Fatih inilah satu-satunya yang akhirnya berhasil, bagaimana caranya? Percaya atau tidak, pasukan Al Fatih ini menumbangkan Konstantinopel dengan cara membawa kapal-kapal perang mereka berlayar bukan di atas ombak, tapi di atas gunung! Alias membawa kapal-kapalnya naik ke atas gunung untuk menyerbu Konstantinopel, karena hanya pada sisi gunung-gunung itulah pertahanan kota itu lemah.

Bukan masalah mendorong kapalnya yang luar biasa disini. Tapi bagaimana Al Fatih bisa untuk mendapatkan ide untuk menyerang Konstantinopel dari arah gunung itulah sebuah rezeki dan rahmat dari Allah yang luar biasa. Kuncinya adalah, beliau selalu memperingatkan kepada pasukannya jangan sampai ada yang bermaksiat satupun, karena maksiat dapat menghalangi rahmat Allah, dan beliau mengerahkan pasukannya untuk berpuasa.

Maka dari itu, kadang-kadang saya pun sering mendapat ide-ide yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Misalnya, membuka jasa edit foto. Itu ide yang menurut saya sangat konyol. Jadi ceritanya secara mendadak instansi saya meminta pas foto dengan memakai jas. Otomatis banyak anak yang tidak mungkin punya jas, apalagi untuk beli pasti mahal dengan gaj yang baru segitu. Kalau mau foto studio pun mahal bisa sampai 20ribu. Ya saya buka jasa edit foto saja, saya pasangin jas di fotonya yang lama. Saya pasang tarif 5ribu-10ribu perfoto.
Memang harus ada pengorbanannya, sempat saking banyaknya orderan dan deadline saya tiap hari tidur jam 11 dan bangun jam 4. Dan selama bangun itu langsung ngedit foto lagi.

Lalu...........

Apakah dengan pola hidup seperti ini hidup saya jadi monoton dan tak ada kebahagiaan sama sekali seperti manusia normal? JELAS TIDAK.

Saya juga bermain dengan teman-teman untuk melepas penat.

Saya juga masih bisa karaokean.

Saya juga masih bisa makan di restoran bareng-bareng.

Saya juga bisa beli pakaian dan seragam baru.

Setiap pulang ke rumah semarang, saya justru tidak pernah naik kereta ekonomi lo, minimal bisnis, seringnya malah eksekutif yang harganya 300ribuan karena lebih cepat sampai lebih banyak waktu bertemu orang tua. Karena orang tua adalah segalanya. Saya yakin, kesuksesan saat ini tidak akan diperoleh tanpa doa orang tua. Bisa pulang ke rumah untuk sekedar nyapu ngepel dan bantuin orang tua nyuci baju di rumah nilainya lebih baik daripada apapun yang saya dapatkan saat ini di Jakarta.

Saya malah kadang nyuci pakaian di londrian karena terlalu capek, padahal itu bayar.

Saya masih bisa beli speaker logitech yang high quality dan dvd writer merek samsung yang harganya selangit. Padahal saya awalnya cuma melongo melihat harga kedua barang ini yang selangit dengan status gaji 850. Beberapa minggu kemudian kok malah bisa beli dua-duanya.



Saya bahkan bisa beli gitar baru yang mirip sama gitarnya ariel noah.



Dan lihatlah sekoper buku-buku yang masih sempet saya beli.


Dan masih banyak lagi.

Namun kebahagiaan yang paling besar adalah, saya memperoleh itu semua tanpa meminta uang dari orang tua. Sungguh ini merupakan pengalaman dan perjuangan yang tak terlupakan.

========================

Saya tidak bermaksud untuk pamer. Saya hanya ingin menunjukan bukti kebesaran Allah SWT bahwa apa saja yang dijanjikan oleh Nya itu benar adanya, jika kita yakin dan manut. Jika Allah nyuruh kita sedekah, ya sedekah aja. Jika disuruh puasa ya puasa. Jika disuruh nggak pacaran ya jangan pacaran. Logikanya, Allah nyuruh gitu pasti Dia juga menjamin ada kesuksesan dibalik itu. Kebanyakan kita itu ngeyelan, makanya hidupnya terkesan berat. Wong yang bikin hidup kita mudah itu Allah, kok malah ngeyel sama aturan Allah. Masalah ngeyel ini pernah saya bahas di postingan GregetnyaUmat Islam disini.

Bukti bahwa sedekah dapat melipatgandakan harta itu benar sekali. Bahkan saya sendiri saat menulis artikel ini lo masih bingung kok bisa sebegitu hebatnya yang saya peroleh ini.

Sampai saat ini, saya selalu menyisihkan 10 persen dari 850ribu untuk disedekahkan. Entah bagaimanapun caranya pokoknya minimal 80ribu harus habis disedekahkan dalam sebulan.

Pernah suatu ketika, sata benar-benar sedang ludes. Dompet saya isinya cuman 2 lembar: 10ribu 1 lembar, dan 5ribu 1 lembar. Saat itu hari jumat, pasti ada kotak infaq yang dikelilingkan saat sholat jumat. Berhubung sudah menjadi habit, rasanya tidak enak kalau tidak memasukan uang ke dalamnya. Kalau saya masukin 10ribu, berarti saya hanya punya 5ribu. Naik busway 3500, hanya sisa 1500 di dalam dompet, apa nggak bahaya pergi cuman bawa uang segitu? Tapi kalau saya ngasih 5ribu, berarti saya meremehkan sedekah, soalnya yang dipilih kok malah justru duit yang nilainya rendah. Daripada pusing, langsung saja saya masukan 10ribunya.

Setelah sholat jumat, saya dipanggil kepala seksi kantor, diminta untuk ke Kantor Pusat buat ngurus proyek pembuatan website kantor. Lalu dibikinin deh Surat Perjalanan Dinas (SPD). Akhirnya saya ke Kantor Pusat sekalian pulang naik taxi yang dibayarin. Habis dari kantor pusat, saya diajak mampir ke restoran, ditraktir! Sudah berapa duit itu? Lebih dari 10ribu kan? Plus besoknya dapat uang perjalanan dinas 100ribu. Subhanallah.

Keajaiban sedekah lainnya, saya mendadak dapat telpon dari rumah, rupanya cerpen saya yang saya ikutkan di kompetisi online masuk di juara favorit. Dapet sertifikat dan hadiah yang lumayan nilainya.



Tidak berhenti sampai di sini, sekarang pun saya sedang diminta membuat website untuk KPPN Jakarta 7. Mangapa saya yang diminta?? Padahal yang lain juga bisa. Mungkin jawabannya ya karena sedekah dan amalan-amalan tadi. Padahal kata kepala kantornya, jangan kuatir nanti dibayar kok. Subhanallah, rezeki lagi, dari arah yang tidak disangka.

Dan sekarang pun saya mendadak dapet ide, mengapa saya tidak menulis buku tentang kisah saya selama 8 bulan ini saja. Karena memang masih sangat banyak hal yang tidak dapat terurai di sini. Bisa jadi rezeki lagi kan.

Maka apakah kita ini sudah pandai matematika????

Apakah nilai matematika kita di ujian nasional dulu nilainya 100???

Ternyata Allah jauh lebih pintar matematika!

Jangan percaya dengan mata kita, sebab mata hanya bisa melihat apa yang bisa dilihat. Jangan percaya logika kita. Tapi percayalah kepada logika Allah. Bagaimana caranya? Allah memberi sebuah tools maha dahsyat untuk memahami logika Allah. Alat itu adalah hati. Gunakan hati sebaik-baiknya, jangan dikotori, jangan dinodai, maka insya Allah dia akan lebih mudah untuk digunakan.


Semoga bermanfaat ;)



Minggu, 30 Maret 2014

GREGETNYA UMAT ISLAM

Tidak ada komentar:

Assalamualaikum

Alhamdulillah, tak pernah berhenti kita sebagai manusia untuk mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa. Apalah artinya kita tanpa sentuhan tangan dari Nya? Kita tak bisa apa-apa, tak lebih baik dari buih di lautan yang bergoyang-goyang dipermainkan ombak.

Namun berkat sedikit saja hembusan nafas Nya, maka jadilah kita menjadi makhluk-makhluk berfikir dan bermanfaat. Maka marilah kita pergunakan rahmat dari Allah swt untuk saling berbagi. Berbagi manfaat, berbagi ilmu, dan hal-hal positif lainnya.

Ada sebuah hal yang ingin saya share bersama.

Sebuah hal yang sangat sederhana, namun justru itu adalah sebuah pondasi. Jika pondasi itu kuat, maka kokohlah segala macam bangunan yang berdiri di atasnya.

Mari kita bicara tentang “Gregetnya Umat Islam”. Mari kita bicara tentang gregetnya umat agama kita ini. 

Sebelumnya, kita perlu mengetahui apa itu definisi greget? Mengapa saya memilih topik menggunakan kata greget?

Greget adalah ketika ada anak kecil yang nakal, hari ini diberi tahu dan nurut, eh keesokan harinya balik nakal lagi.

Greget adalah ketika ada seseorang yang sudah diajarin sesuatu, hari ini bisa, besoknya lupa lagi, diajarin lagi, besoknya lupa lagi, begitu terus.

Ya jadi greget bisa disebut juga dengan gemes alias geregetan.

Begitu pula dengan umat Islam di jaman modern seperti ini, termasuk saya juga. Adalah sebuah ke-gereget-an tersendiri melihat polah tingkahnya. Umat Islam bisa diibaratkan seperti ketika di depan kita ada dua buah gelas berisi air. Gelas pertama berisi air putih. Gelas kedua berisi air comberan. Sudah jelas-jelas gelas yang isinya air comberan kalau diminum pasti bikin sakit. Sudah ngerti begitu, masih nekat juga yang diambil bukan gelas yang isinya air putih melainkan yang isi air comberan, kemudian diminum. Hari ini tidak terjadi apa-apa. Beberapa hari kemudian, kena diare, muntaber, dll. Lalu dengan polosnya dia berkata, “Ya Allah apa salahku????”




Jadi begini, sebagai orang Islam tentu kita sangat meyakini bahwa Islam adalah agama yang paling sempurna. Dengan demikian kita memilih untuk menjadi muslim. Tapi kita lihat realita yang terjadi saat ini. 

Siapa yang kebanyakan meminta-minta di jalanan? Siapa yang lebih sering kelaparan? Siapa yang lebih banyak pengangguran? Siapa yang suka nodong? Siapa yang sering nyopet di bus? Siapa yang sering kehilangan sandal di masjid? Jawaban itu semua adalah: umat Islam.

Jadi bagaimana ini, katanya Islam adalah agama yang paling sempurna, tapi setelah diterapkan kepada manusia jadinya seperti itu? Pasti ada sesuatu yang salah. Di sini kita melihat ada dua sisi. Yang pertama adalah sisi manusia sebagai pelaku, dan sisi Allah SWT sebagai pemilik. Islam adalah agama yang sempurna, kata Allah SWT. Kalau dilihat dari dua sisi tersebut, kira-kira sisi mana yang salah? Apakah Allah SWT telah salah menilai bahwa Islam ini sempurna atau ternyata ada fitur dalam Islam yang ketinggalan belum disampaikan kepada manusia? Jelas jawabannya TIDAK. Allah SWT tidak mungkin keliru. Kesalahan ada di pihak manusia-manusianya.

Lalu ada dimana kesalahan kita sebagai manusia? 

Ada sebuah alat transportasi di Jepang yang harganya sangat mahal sekali namun kualitas kenyamanannya sangat mempesona. Kereta Shinkansen, sebuah kereta peluru dengan kecepatan hampir 500km per jam, salah satu kereta tercepat di dunia. Ibaratnya Jakarta-Semarang bila ditempuh dengan Shinkansen hanya memakan waktu 40 menit, sebuah rekor untuk transportasi darat. Fasilitasnya sangat memuaskan. Katanya nih, joknya empuk luar biasa. AC nya dingin tapi nggak bikin kedinginan seperti kereta indonesia. Lokomotifnya kelas satu. Di tengahnya ada restorasi dengan chef kelas dunia. Dan kabarnya lagi kita bebas makan sepuasnya selama naik Shinkansen. Semua itu dibayar dengan harga tiket sekali jalan sekitar 1,5 juta rupiah. Sangat mahal tapi cocok dengan fasilitas dan pengalaman yang diberikan. Kira-kira kalau kita diberi tiket gratis untuk naik Shinkansen mau atau menolak? Jelas tentu saja mau. Nha tapi kalau tiket tujuan Shinkansen itu mau ke jurang?? Wah kalau itu pasti menolak!

Oleh karena itu, sesempurna apapun fasilitas dan pelayanan yang diberikan, tapi kalau tujuannya sudah ngga bener maka semua itu jadi sia-sia. Percuma kecepatan nomor satu, percuma jok empuk, percuma makanan kelas dunia gratis, semua percuma. Sama dengan islam, sesempurna apapun ajarannya, tapi kalau tujuan dari para pemeluk islam itu masih keliru maka sia-sia juga agama Islam.




Maka kita sekarang bicara tentang tujuan hidup.

Bicara masalah tujuan hidup, ada tiga pertanyaan yang mendasar:
1. Dari mana kita datangnya?
2. Mau kemana kita setelah ini?
Mari kita mencoba mendalami satu demi satu.

Dari mana kita datangnya? Kita diciptakan oleh Allah. Emang kita lihat sendiri pas Allah lagi nyiptain manusia? Tidak. Kata siapa yang ngomong begitu? Ada di dalam Al Qur’an. Kok kita mudah percaya sama Al Qur’an? Kan AL Qur’an itu kitab suci. Kata siapa yang bilang begitu? Kata Allah. Buktinya mana? Ada di dalam Al Qur’an. Kok percaya sama Al Qur’an? Nah muter-muter terus pertanyaannya bukan. Kalau dalam logika pemrograman, hal seperti itu dilarang.

Lalu, mau kemana kita setelah hidup ini? Mau kembali ke Allah. Kata siapa? Kata Al Qur’an. Mengapa percaya dengan Al Qur’an? Kan kita muslim, itu kitab suci yang wajib dipercayai! Mengapa kita muslim? Karena orang tua sudah muslim. Mengapa orang tua muslim? Karena kakek nenek muslim? Mengapa nenek muslim? Karena dari dulu juga sudah muslim. Nah pertanyaan yang juga tidak pernah ada habisnya. Dalam logika pemrograman, hal demikian juga dilarang.

Jika kita belum bisa menjawab dua pertanyaan mendasar tersebut dengan tepat dan GAK BISA DIBANTAH LAGI maka kita belum mengerti apa tujuan hidup kita itu sebenarnya. Dan tujuan hidup itu sendiri akan berkaitan dengan tingkat keyakinan kita terhadap Allah SWT.
Kadang kita sering berikrar bahwa “Saya yakin bahwa rezeki itu datangnya dari Allah. Saya yakin hidup mati itu di tangan Allah!”

Lantas kita lihat perilaku sehari-hari kita. Saat kita sedang sibuk-sibuknya bekerja, kemudian terdengar panggilan Adzan. Apakah kita langsung buru-buru meninggalkan pekerjaan? Atau ada sebersit pikiran masih nanggung nih kerjaannya. Berarti kita pingin kerjaan itu segera selesai. Mengapa ingin selesai? Karena ingin segera diserahkan kepada atasan. Mengapa ingin buru-buru menyerahkan kepada atasan? Karena takut kalau atasan kecewa dan tidak mempekerjakan kita lagi. Nah! Katanya yakin rezeki datangnya dari Allah, tapi kok masih meninggikan atasan yang hanya manusia ketimbang Allah????

Sama halnya dengan supir-supir angkot. Kita hidup di negara mayoritas muslim. Saya yakin juga supir angko itu meyoritas muslim. Mengapa dia muslim? Mungkin jawabannya karena sudah dari dulu keturunannya muslim seperti jawaban muter-muter tadi. Sekarang pertanyaannya, ketika tiba waktu sholat jumat, apakah seluruh supir angkot di jalan itu menghentikan trayeknya untuk bersandar di masjid mengikuti kuliah jumat? Sepertinya masih banyak yang bergentayangan di jalan. Untuk mengejar setoran! Setoran diberikan kepada bos, takut dimarahin bos! Katanya yakin rezeki dari Allah?? Lebih-lebih lagi, emang berapa sih setoran yang dihasilkan dalam satu jam yang mestinya dipakai untuk sholat jumat? Saya yakin gak sampai 20ribu. Berarti, iman mereka nilainya cuman nggak sampai 20ribu.

Ngomong-ngomong soal duit nih, mau nggak kita diberi uang 500 juta? Tapi syaratnya, kita kudu memberikan jantung kita. Saya yakin tidak ada yang mau! Mengapa tidak mau? Karena walaupun dapet duit banyak tapi kita ujung-ujungnya mati ya percuma. Kalau ditambah duitnya 1 milyar 2 milyar pun pasti tetap tidak akan mau. Pertanyaannya adalah, kok kita bisa yakin kalau tidak punya jantung kita akan mati?

Dari uraian tersebut, dapat dianalogikan betapa sebenarnya luar biasanya kita ketika kita memiliki keyakinan iman yang 100 persen seperti itu. Kita tidak akan bisa diiming-imingi apapun dalam menegakkan islam. Jadi apakah kita bisa memiliki keyakinan 100 persen kepada Allah seperti itu? Insya Allah bisa dengan menjawab dua pertanyaan tentang tujuan hidup tadi secara tepat. 

Sebuah handphone, diciptakan oleh penciptanya pasti dengan tujuan tertentu. Yaitu sebagai media komunikasi. Supaya lebih optimal dalam pemakaiannya, pastilah kita perlu membaca buku penggunaannya, karena mungkin ada menu-menu yang kita tidak tau letaknya dimana tanpa membaca manual booknya. Namun perlu diperhatikan bahwa pastikan manual book yang kita baca adalah manual book untuk handphone tadi, bukan manual book untuk menggunakan detergen. Bila kita baca manual book cara mencuci baju dan diterapkan kepada handphone kita, misalnya: masukan ke dalam 1,5 liter air kemudian rendam dahulu 15 menit, jika kita aplikasikan kepada handphone kita pasti akan rusak total.
Sama dengan manusia yang diciptakan Allah dengan tujuan tertentu, jika kita salah menerapkan manual book kepada diri kita, pastilah kita akan hancur. Manual book kita yang sesungguhnya adalah Al Quran. Jadi cukup dengan Al Quran kita akan dapat menjawab dua pertanyaan mendasar tadi.




Mari kita jawab sekali lagi dengan tepat.

Dari mana asalnya manusia? Dan kemana manusia kembali setelah mati?
Dari Allah SWT dan akan kembali kepada Allah SWT. Kata siapa? Kata Al Qur’an. Kok percaya dengan Al Qur’an? Jawabannya ada dalam Surat Al Baqarah ayat 2:

 ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.
Itulah sebuah ayat yang menjadi jawaban dan dasar bagi umat muslim “mengapa harus percaya Al Quran”.

Jika ada yang masih membantah: Siapa yang tahu kalau Al Quran ini buatan Allah? Jangan-jangan ini bikinan manusia di jaman dulu. Maka untuk menjawab kemurnian Al Quran ini datangnya dari Allah maka ada sebuah ayat pada surat yang sama, Al Baqarah 23:

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. 

Ketika kita ditantang oleh seseorang untuk adu kekuatan satu lawan satu, maka berarti orang tersebut itu adil atau fair lah. Tapi tidak dengan Al Quran. Al Quran itu tidak fair. Dia menantang manusia untuk membuat satu surat saja yang bisa mirip dengan surat Al Quran. Bahkan Al Quran menyuruh seluruh manusia untuk saling bahu-membahu bikin surat tersebut (jadi 1 versus banyak) nih, jika ada yang bisa menandingi surat Al Quran maka oke Al Quran kalah dan kalian memang benar. Tapi buktinya, sejak zaman Rasulullah SAW sampai detik ini tidak ada yang bisa membuat surat yang sama seperti Al Quran. Itulah bukti bahwa Al Quran memang 100% murni datang dari Sang Maha Kuasa, Dzat Yang Tak Terkalahkan, yakni Allah SWT.

Jadi.....Dari mana datangnya kita dan kemana kita akan kembali???

Kita diciptakan oleh Allah dan akan kembali kepada Allah.

Kata siapaaa??????

Kata Al Quran.

Kok percaya dengan Al Quran???

Karena Al Quran datang dari Allah, 100 persen benar dan terpercaya.

Mana buktinya kalau benar????

Karena tidak ada yang bisa mendatangkan yang semacam Al Quran.

Selesai. Tidak ada pertanyaan lagi.

Oleh karena itu, seperti halnya sebuah handphone yang memiliki manual book, kita sebagai manusia sudah seharusnya WAJIB menggunakan manual book kita: Al Quran, untuk mencapai kesuksesan kita. Mengapa ada orang Islam yang tidak sukses? Mengapa ada orang Islam nganggur meminta sumbangan di jalanan? Mengapa ada orang Islam kelaparan padahal Islam itu agama paling sempurna? Jawabannya karena manusia SALAH menggunakan manual booknya. Dia tidak menggunakan Al Quran sebagai manual booknya, mungkin buku-buku yang lain. Ibarat seperti handphone yang menggunakan manual book cara menggunakan detergen tadi.

Ketika kita mengetahui hal ini, maka diharapkan tidak ada lagi umat islam yang bikin geregetan. Tidak ada lagi yang nekat minum air comberan padahal di depannya ada air putih yang jauh lebih menyehatkan untuk diminum. Tidak ada lagi keragu-raguan akan keyakinan iman kita kepada Allah.

Marilah kita sebagai umat muslim menjadi manusia-manusia yang unggul dan sukses. Manusia yang selalu menjadi contoh dan panutan. Jangan malu-maluin agama Islam sebagai agama yang sempurna. Sehingga ketika kita ditanya akan kesuksesan kita: Apa rahasia atas kesuksesan hidup kamu? Maka dengan 100 persen keyakinan kita akan menjawab: SAYA SUKSES KARENA SAYA ISLAM.

Insha Allah ini akan menjadi topik pada khotbah pertama saya di masjid dekat rumah saat bulan puasa besok. Saya mohon doanya kepada yang membaca ini supaya saya berkesempatan tarawih di rumah untuk menyampaikan kultum ini. Karena saya ingin sekali orang-orang terdekat dalam hidup saya, orang tua, keluarga, tetangga, pun tahu tentang ilmu ini. Siapa tahu dapat memberi motivasi dan membuat hidup menjadi lebih baik dan sukses. Seperti halnya saya mendoakan seluruh saudara muslim agar menjadi orang yang sukses.

Terakhir, berbicara masalah keyakinan kepada Allah, ada sebuah pengalaman pribadi yang saya alami tepat di awal bulan Ramadhan tahun lalu. Ini sebuah kisah yang tidak akan saya lupakan dan akan selalu memberi motivasi bagi saya. Saya akan bercerita sedikit.

Jadi tepat di hari pertama puasa kemarin, saya sakit. Demam. Sangat tinggi. Bahkan mencapai hampir 40 C. Bayangkan, dalam kondisi sehat saja bila demam setinggi itu pasti langsung kudu banyak-banyak minum air, minum obat turun panas, banyak makan buah, bahkan bisa jadi diinfus. Namun saat itu justru saya tetep nekat puasa. Saya kepingin melihat sebuah “keajaiban” akan keyakinan saya kepada Allah. Yang ada di mindset saya waktu itu adalah, saya yakin 100 persen bahwa sehat dan sakit itu datangnya dari Allah, bukan yang lain. Apalagi saat itu Allah sedang memerintahkan kepada manusia untuk puasa. Jadi saya yakin pasti Allah bertanggung jawab atas kesehatan saya apabila saya berusaha menjalankan kewajiban saya.

Walaupun memang rasanya sakit bukan main badan dan kepala pusing nggak ketulungan waktu itu, tapi akhirnya saya merasakan sendiri “keajaiban” itu. Alhamdulillah dengan penuh perjuangan saya berhasil puasa hari itu sampai buka. Nikmat luar biasa yang saya rasakan saat minum sebotol niu green tea di saat buka. Ajaib masbro, spontan setelah itu demam saya langsung minggat, walaupun ngga langsung benar-benar fit, tapi kayaknya proses recovery tubuh saya saat itu benar-benar lebih cepat dari biasanya. Malah justru mungkin kalau saya nggak puasa, detik itu malah mungkin saya tidak merasakan se-sehat itu karena masih loyo. Besoknya, saya sudah bisa puasa seperti biasa dan alhamdulillah tidak bolong sebulan penuh. Plus diberi kekuatan sholat sunnah tahajud, rawatib 5 waktu, dhuha, selama 30 hari tidak bolong, plus bonus khatam Al Quran. Sungguh Ramadhan yang super ajaib, berawal dari keyakinan kepada Allah SWT.

Sungguh tidak bermaksud untuk Riya, saya hanya ingin memberi contoh pengalaman bahwa keyakinan kepada Allah ternyata nggak cuman omong kosong teori doang tapi memang benar-benar ada bukti yang saya rasakan sendiri.

Semoga bisa menginspirasi kita semua, khususnya sebagai pengingat kepada diri saya sendiri. Semoga kita menjadi manusia yang sukses dan bermanfaat. Aamiin.


Rabu, 12 Februari 2014

Jangan Baca Ini Jika Tak Yakin Bisa Pintar Bahasa Inggris

Tidak ada komentar:


Hi, Assalamualaikum

Saya ucapkan selamat atas ke-tersesat-an Anda karena masuk ke dalam artikel ini. Mengapa saya ucapkan selamat: yang pertama, karena itu artinya Anda sudah “bisa” berselancar di dunia maya secara profesional, mungkin Anda baru saja mengawalinya dengan membuka browser, lalu mengetik keyword di mbah google, lalu masuk ke situs ini itu, dan sampai deh tersesat di sini, mungkin saja begitu, mungkin saja tidak, semuanya serba mungkin. Dan selamat yang kedua: karena Anda sedang membaca artikel yang tepat sekali bagi Anda yang ingin “bisa” menguasai Bahasa Inggris, dan kabar baiknya adalah ilmu ini bisa diterapkan dalam segala ilmu di muka bumi, Anda bisa menguasainya. 

Bukan lebay saudara-saudara tapi memang begitulah takdirnya. Ilmu itu datangnya dari Allah, sementara tak ada yang tak mungkin bagi Allah. Maka jika seseorang senantiasa berusaha, dan saat Allah sudah merestui usahanya tersebut, maka kun fayakun jadilah orang itu mahir dalam bidang yang diinginkannya tadi. Sehingga kuncinya ada pada diri kita sendiri, apakah kita memang sungguh-sungguh niat menjadi pintar atau ogah-ogahan.

Terkadang kita sering meributkan masalah “bakat”. Kata itu kerap menjadi alesan bagi kita untuk menilai diri kita tidak piawai melakukan sesuatu. Kita menganggap ada orang yang memang dari sononya sudah berbakat musik, sehingga hanya dengan beberapa kali dia memegang alat musik saja sudah menghasilkan suara-suara yang mendayu-dayu di telinga. Sedangkan yang dianggap tidak berbakat, rasanya walau diulang-ulang latihan tetep ngga bisa-bisa.

www.e-Compusoft.co.id/kontes
 
Jadi sebenarnya gini, kalau masalah keahlian itu bukan masalah bakat. Sebab baik orang yang berbakat maupun tidak, sama-sama tetep punya hak takdir untuk bisa menguasai suatu hal dengan terampil. Bedanya mungkin kalau orang yang memang berbakat sejak bayi itu cukup dengan jam terbang yang dikit sudah bisa terampil, sedangkan yang rasanya kurang berbakat kudu lebih gigih berlatih dengan jam terbang yang lebih banyak daripada orang pertama tadi. Tapi dua-duanya tetep bisa terampil, bahkan yang tidak berbakat bisa jadi malah lebih terampil, ‘kan sukses itu bukan ditentukan dari ketajamannya melainkan dari ketekunannya. Ibarat melubangi batu dengan paku dan air. Paku, walau tajam tapi jika usahanya hanya sekali pukul jelas batu itu tak berlubang. Tapi dengan air, walau sama skali tak tajam namun ketika batu itu ditetes dengan ribuan kali air niscaya akan berlubang juga.

Beberapa tahun yang lalu, ketika Irfan Bahdim masih dielu-elukan timnas, saya pernah bertanya kepada diri saya sendiri. Apakah jika Irfan Bahdim masuk ke dalam dunia bulu tangkis karirnya bakal melejit seperti ini? Sedangkan jika Taufik Hidayat masuk ke dunia sepak bola karirnya juga akan setenar saat dia memegang raket? Alasan saya bertanya kepada diri sendiri adalah, karena jika aku bertanya pada manusia tak ada jawabnya, dan aku bertanya pada langit tua langit tak mendengar...eh itu mah peterpan hehe..

Jawabannya adalah bukan masalah bakat. Tapi yang jadi masalah adalah minat, alias passion. Bakat tanpa minat itu lebih buruk daripada minat tanpa bakat. Saya pribadi mendefinisikan minat atau passion ialah sebuah kegiatan yang jika kita melakukan itu maka kita tak lagi menghiraukan rasa lapar di perut, kita tak lagi menghiraukan rasa kantuk yang seharusnya datang. Irfan Bahdim mungkin passionnya adalah sepak bola, itulah yang menjadikannya sukses: Follow Your Passion!

www.e-Compusoft.co.id/kontes

Satu pesan dari saya buat yang masih tahap mencari passionnya: Sebaik baik passion adalah yang sesuai dengan tujuan manusia diciptakan di muka bumi ini, yaitu memberi rahmat kepada makhluk hidup. Maka cari dan bentuklah passion yang memang dengan aktivitas itu kita dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi yang lain.

Terkait dengan hal-hal tersebut, dalam sebuah buku karangan Felix Siauw berjudul How to Master Your Habit, disebutkan ada dua kunci utama untuk bisa terampil dalam suatu hal:

Pertama: Exercise atau Latihan.


Tanpa perlu panjang lebar diuraikan, seorang bayi yang baru lahir tak mungkin bisa langsung berbicara sebelum dilatih ngomong oleh orang tuanya, kecuali bayi Nabi Isa as. Kita semua ini, tak mungkin bisa berjalan dengan gagah seperti ini jika dulunya kita tidak latihan dengan didampingi orang tua kita. Sungguh itu akan menjadi sebuah amal jariah tersendiri bagi kedua orang tua kita setiap kali kita melangkahkan kaki.

Intinya, berbakat atau tidak berbakat, tidak mungkin seseorang menjadi bisa melakukan sesuatu sebelum orang itu berlatih terlebih dahulu.

Kedua: Repetisi atau Pengulangan.


Syarat kedua ini justru jarang diperhatikan oleh kita-kita. Setelah melewati syarat pertama tadi yaitu latihan, biasanya kita yang sudah merasa bisa melakukan sesuatu itu malas untuk melakukan pengulangan. Hasilnya adalah lupa. Ilmu yang sudah kita kuasai sebenarnya itu hangus dimakan waktu. Kita mulai dari nol lagi.

Pernah ikut karate? Saya tidak pernah, tapi teman saya pernah. Katanya, satu jenis gerakan memukul saja latihannya per pertemuan bisa mencapai 300 kali.Ya, pengulangan, supaya hasilnya maksimal.

www.e-Compusoft.co.id/kontes

Jika diibaratkan, pengulangan itu ibarat saat kita melangkahkan kaki kita pada sebuah lapangan rumput yang luas tanpa menggunakan alas kaki. Awal mulanya, kaki kita akan terasa sakit oleh rumput-rumput yang masih berdiri tegak menusuk telapak kaki. Namun, ketika kita melakukan pengulangan-pengulangan tadi, kita berkali-kali menginjak-injak rumput di lapangan itu, alhasil rumput-rumput tersebut lama-lama merunduk dan kaki kita tak lagi se-sakit pertama kali menginjak. Maka pengulangan telah membuat situasi menjadi lebih mudah untuk kita kuasai.

Makanya di awal tadi saya ucapkan selamat karena Anda sudah berhasil menemukan artikel ini dengan melewati serangkaian prosedur, buka browser, ketik keyword dsb. Saya yakin Anda sudah sering melakukan pengulangan atas aktivitas itu sehingga Anda sudah saya sebut sebagai netter yang profesional.

Masalahnya adalah, pengulangan ini berkaitan erat dengan minat. Sedangkan minat sendiri berkaitan erat dengan bakat atau keterampilan.

Biasanya, orang yang memang sudah tidak minat, maka orang itu menjadi malas untuk melakukannya. Artinya dia menjadi malas melakukan pengulangan. Nha, padahal salah satu kunci menjadi terampil dan berbakat ialah dengan pengulangan tadi. Makanya, saya menganggap minat lebih penting dari pada bakat itu sendiri.

Jika memang aktivitas itu tidak begitu penting dalam hidup, misalnya aktivitas bermain game flappy bird di android, terserahlah kita mau minat atau tidak tak masalah. Tapi repotnya kalau aktivitas yang tidak kita minati itu adalah aktivitas yang urgen, dimana kita memang dituntut untuk bisa. Misalnya pada kesempatan ini saya ambil contoh adalah belajar Bahasa Inggris.


Bahasa inggris itu penting. Lihat saja hampir lamaran pekerjaan yang bonafit memiliki syarat menguasai bahasa inggris (Aktif/Pasif). Bagi para blogger yang menekuni Adsense, Amazon atau program lain pemburu dollar tentunya sudah mengetahui akan pentingnya bahasa inggris dalam mendapatkan dollar. Kalau mau cari dollar ya pakai Bahasa Inggris. Kalau cari dollar dengan bahasa indonesia sih bisa saja, tetapi hasil tentu saja berbeda. Biasanya, orang yang mampu menguasai bahasa inggris akan lebih mudah dalam mencari pekerjaan, dan perkembangan karier, atau sangat menunjang dalam usaha).

Minimal, kita bisa ngeh lah kalau dengerin mp3 lagu-lagu barat. Jadi ngerti maksud lagunya itu ceritanya ngapain, ngga cuman manggut-manggut aja denger musiknya.

Untuk yang ngga berminat belajar bahasa inggris tak perlu risau. Kabar baiknya lagi adalah, memang benar minat bisa mempengaruhi pengulangan. Tapi pengulangan bisa tetep dilakukan tanpa adanya minat. Sehingga yang nggak ber-passion pun tetep berpeluang untuk menjadi terampil.

Contohnya, ada nggak yang sejak kecil sudah punya passion puasa? Saya yakin tidak mungkin. Anak-anak makan cemilan saja bisa begitu enaknya, ngapain harus berpassion untuk puasa. Tapi kegiatan puasa Ramadhan tetep jalan dilakukan oleh bocah-bocan mulai sejak dia SD, tanpa ada passion puasa. Dampaknya, sekarang ini kita sudah mulai “jago” saat sedang puasa. Jadi lebih bisa mengontrol lapar, haus, dll, berawal dari melakukan pengulangan dari hal yang tidak di-passion-kan sebelumnya.

Sama seperti Bahasa Inggris. Tanpa perlu menunggu datangnya minat, kita bisa langsung mulai untuk belajar. Ujung-ujungnya pasti kita bisa pintar, kun fayakun kok.


Bahasa Inggris bukan merupakan ilmu pengetahuan, tapi sebuah ke-terampil-an bahasa, keterampilan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa inggris. Seperti dengan penjelasan di atas, untuk menjadi terampil dalam suatu hal syaratnya ada dua: latihan dan repetisi.

Latihan disini ya maksudnya latihan ngomong, langsung praktek. Jika hanya belajar teori, namanya Anda sedang belajar ilmu bukan keterampilan. Bahasa inggris itu keterampilan lo, seperti karate. Saya agak sedikit tau filosofi dari teori memukul pada karate. Jadi kedua tangan dikepal di pinggang menghadap ke atas, lalu saat dipukul ke depan arah kepalan tangan diubah menjadi ke arah bawah. Filosofi ini seperti yang dipakai pada peluru pada pistol. Jika di-slow motion-kan, gerakan peluru pistol ini tidak hanya lurus ke depan, tapi juga berotasi. Hal ini membuat tekanan peluru ini jauh lebih tajam berkali lipat, bahkan sampai bisa menembus tubuh manusia. Sama dengan pukulan karate tadi, arah kepalan tangan itu diibaratkan sebagai rotasi sehingga dapat menghasilkan pukulan yang lebih tajam.

Saya tau teorinya, tapi tidak bisa karate. Alasannya mudah, karena saya tidak praktek.
Seperti itulah Bahasa Inggris, maka jangan kebanyakan teori, langsung praktek saja, dan jangan lupa diulang-ulang.

Kebetulan sekali, saya menemukan ada sebuah tempat yang memberi fasilitas untuk resolusi belajar Bahasa Inggris seperti cara tersebut. Tidak kebanyakan teori, langsung praktek, dan dibiasakan dengan pengulangan-pengulangan. Bisa karena biasa. Tempat itu adalah e-Compusoft.co.id


Bukan bermaksud untuk promosi, tapi memang beginilah adanya e-Compusoft. Sebuah wadah yang sangat pas untuk orang-orang yang ingin pandai dan terampil Bahasa Inggris. Pas di saku, pas di waktu. Harganya yang murah dan materi yang asik membuat Anda akan betah untuk melakukan repetisi-repetisi sebagai syarat untuk menguasai sebuah keterampilan. Saya rekomendasikan untuk Anda yang suka pikir-pikir masalah duit tapi ingin jago Bahasa Inggris, inilah jawabnya.






Mengapa harus e-Compusoft?


Jika Anda sudah pernah berkunjung ke Official Website e-Compusoft, maka sesuai dengan predikat yang melekat pada e-Compusoft yaitu sebuah “Kursus Bahasa Inggris Online”, sudah pasti kita tak perlu repot lagi untuk berangkat ke tempat Kursus Bahasa Inggris seperti pada umumnya. Coba pernahkah Anda menghitung pengeluaran Anda yang bersifat kecil hanya karena harus berangkat, misalnya ongkos transport, beli sabun mandi dan pasta gigi (saya yakin pasti Anda perlu mandi dulu kan), belum lagi kalau hujan, banjir, kena flu, wah repot yah… 


Dengan e-Compusoft Anda cukup online saja, baik sudah mandi atau belum, Anda sudah bisa belajar Bahasa Inggris dengan cepat. Mengapa saya bilang “cepat”? Lagi-lagi, jika Anda sudah pernah berkunjung ke Official Website e-Compusoft Anda pun akan melihat predikat lain e-Compusoft sebagai “Cara Cepat Belajar Bahasa Inggris”.





 Hal ini disebabkan karena materi yang diberikan dari e-Compusoft ini sudah sangat lengkap mulai dari nol alias materi yang sangat basical. Saking lengkapnya sampai Anda yang sebelumnya tak punya modal English sama sekali pun bisa mendadak jadi master hanya dalam 16 minggu saja. Cuma 4 bulan Anda sudah bisa naik level secara drastis mulai dari nol sampai level paling mahir berbahasa Inggris. Dimana pada setiap 1 minggunya, Anda harus menyelesaikan 2 buah lesson. Sehingga totalnya ada 32 lesson yang harus Anda selesaikan selama 16 minggu. Dan setelah itu, Anda pun tetap akan mendapat Sertifikat Resmi. Enak kan.


Ingat, setelah Anda mempelajari lesson demi lesson, Anda perlu melakukan pengulangan atau repetisi. Nah, e-Compusoft sangat mengerti akan hal itu. Satu yang biasanya membuat Anda malas melakukan repetisi adalah karena minat Anda kurang. Ini biasanya disebabkan karena materi yang tidak menarik, dan terlalu monoton. Dan yang seperti itu biasanya dalam pelajaran disebut dengan RUMUS. Wuih, kalau ketemu kata itu dijamin bakal ngantuk. Jangan kuatir sobat, di e-Compusoft TIDAK ADA RUMUS. Masih banyak cara asyik yang bisa dipakai e-Compusoft untuk memberi materi tanpa perlu pake rumus. Misalnya dengan percakapan dan analogi-analogi yang seru. Asik deh pokoknya.


Masih belum cukup, no pict hoax ya. E-Compusoft menantang kita semua untuk mengincipi pembelajarannya yang unik dan eksklusif itu dengan paket FREE LESSON yang bisa kita dapatkan di Official Website e-Compusoft . Kita bisa gratis mencoba lesson 1-5 yang diberikan oleh e-Compusoft.


Untuk Anda yang berprofesi sebagai blogger seperti saya, Anda bisa memanfaatkan program afiliasinya. Selain sebagai ajang belajar Bahasa Inggris, e-Compusoft juga merupakan salah satu Rekomendasi Program Afiliasi Terpercaya untuk para blogger. e-Compusoft akan memberikan Rp50.000 tiap terjadi pembelian materi melalui Link Url Anda. Sungguh jumlah yang patut untuk disyukuri bukan. Info selengkapnya tentang program afiliasi ini bisa diakses disini.

Oke, kembali lagi ke topik.

Sebentar lagi Piala Dunia 2014 mulai. Dan seperti pada kejuaraan-kejuaraan lainnya, pertandingan pada babak final rasanya selalu menarik untuk disaksikan dan lebih greget daripada pertandingan ketika masih babak penyisihan grup. Mengapa bisa demikian? Salah satu alasannya adalah karena tim yang berhasil masuk final tentu saja memiliki jumlah pertandingan yang lebih banyak daripada tim yang lebih dulu gugur. Lagi-lagi masalah repetisi, otomatis jam terbang tim partai final akan lebih banyak, lebih banyak pengulangan bermain, hal itu memuat masing-masing tim jadi semakin terampil. Dampaknya yah pertandingan final selalu menjadi pertandingan yang sayang untuk dilewatkan, dengan harga tiket yang jauh melambung tinggi.

www.e-Compusoft.co.id/kontes

Jika dua syarat tadi (latihan dan repetisi) kita lakukan dengan sungguh-sungguh, maka Bahasa Inggris dan segala keterampilan lainnya insya Allah pasti dapat kita taklukan. Tidak ada yang tidak mungkin terjadi, Allah akan memberi apa yang suatu kaum inginkan selama kaum itu mau berupaya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, dan Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka (Ar Ra’d:11)
 
back to top